Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)


Artikel yang terkait dengan judul :Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

Sistem Koordinasi dan Alat Indra Manusia (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9) ✓ Apakah teman - teman sempat berfikir bagaimanakah cara tubuh kita dapat mengatur proses bernapas, gerakan tangan dan gerakan kaki, serta pada saat kita sedang berolahraga? Mengapa tubuh kita bisa menjalankan berbagai kegiatan dalam satu waktu? Seperti kita tahu bahwa di dalam tubuh kita terdapat berbagai sistem mulai dari sistem gerak, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, sistem ekskresi, dan sistem reproduksi. Apakah masing - masingsistem tersebut bekerja sendiri - sendiri? tentunya tidak bekerja sendiri melainkan saling berhubungan antara yang satu degan  yang lainnya. Sebagai contohnya pada saat kita melakukan aktifitas beroahraga, maka zat makanan yang ada di dalam tubuh mengalami proses metabolisme oleh oksigen yang didapat dari proses pernafasan. Hasilnya adalah berupa energi yang dapat kita manfaatkan untuk berolahraga. Selanjutnya zat sisa metabolisme akan dikeluarkan melalui keringat karena zat tersebut bisa meracuni tubuh. Kita memang wajib untuk bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan yang berfungsi mengatur dan mengendalikan sistem-sistem yang ada dalam tubuh. Sistem koordinasi pada dasarnya tersusun atas dua sistem, yaitu sistem saraf dan sistem hormon. Namun bahasan kita yaitu sistem saraf saja, kalau yang sistem hormon tidak diulas.

Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

Daftar Isi :

1. Sel Saraf
2. Sistem Saraf Pusat
3. Sistem Saraf Tepi
4. Sistem Indra Manusia
5. Gangguan pada Sistem Saraf dan Alat Indra

1. Sel Saraf

Fungsi sistem saraf adalah menerima rangsangan, yang kemudian meneruskannya ke otak dalam bentuk impuls saraf, yang dilanjutkan lagi untuk diteruskan rangsangan tersebut ke bagian tubuh yang dituju. Dalam sistem saraf, otak merupa kan pusat sistem saraf. Dengan demikian otak yang mengatur sistem - sistem yang ada. Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf. Pembagian sel saraf berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi : a). saraf sensoris, b). saraf penghubung, dan c). saraf motoris. Fungsi saraf sensoris adalah meneruskan rangsangan yang diterima alat indra tubuh menuju  ke otak. Fungsi saraf motoris adalah meneruskan rangsangan dari otak ke otot-otot tubuh (efektor). Sedangkan fungsi saraf penghubung yaitu menghubungkan antara sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya. Bisa dikatakan juga bahwa saraf penghubung mempunyai fungsi menghubungkan akson saraf sensoris suatu sel saraf dengan dendrit saraf motoris sel saraf yang lain. Saraf penghubung banyak terdapat dalam organ otak. Pembagian sel saraf berdasarkan strukturnya, bisa dibedakan menjadi : a). saraf unipolar, b). saraf bipolar, dan c). saraf multi polar.
  • Sel saraf unipolar mempunyai satu juluran badan sel yang bercabang menjadi dendrit dan akson.
  • Sel saraf bipolar pada badan sel terdapat adanya juluran dendrit dan akson. 
  • Sel saraf multipolar memiliki banyak juluran dendrit dan satu juluran akson.
Struktur yang dimiliki suatu sel saraf akan mendukung atas fungsinya di dalam tubuh kita. Saraf sensoris adalah termasuk dalam saraf unipolar, sedangkan untuk saraf penghubung termasuk dalam saraf  bipolar. Sementara untuk saraf motoris tergolong dalam saraf multipolar.

Keterangan Gambar :
(a) saraf unipolar
(b) saraf bipolar
(c) saraf multipolar.

Sel saraf pada dasarnya terdiri dari badan sel, dendrit, dan akson. Badan sel mempunyai inti sel  (nukleus) yang dikelilingi oleh cairan sel (sito plasma). Di dalam sitoplasma sendiri terdapat berbagai organel.
Gambar Struktur Sel Saraf
Struktur Sel Saraf
Teman - teman masih ingat kan mengenai organel apa saja yang ada di dalam sel? Selain badan sel, pada sel saraf juga terdapat dendrit dan akson. Yang dimaksud dengan dendrit adalah bagian sel saraf yang fungsinya yaitu menerima rangsangan yang kemudian menghantarkannya ke badan sel. Bentuk dendrit yaitu bercabang-cabang. Apakah yang dimaksud dengan akson itu? akson adalah bagian sel saraf yang mempunyai fungsi yaitu membawa rangsangan menjauhi badan sel. Akson pada secara umum dilindungi oleh suatu selubung yang disebut selubung mielin. Selubung-selubung tersebut tidaklah semuanya menutupi permukaan akson, namun terdapat banyak titik yang tidak tertutupi oleh selubung mielin tersebut. Bagian yang tidak tertutupi oleh selubung mielin dinamakan nodus Ranvier.
Gambar Rangkaian Saraf Sederhana
Rangkaian Saraf Sederhana
Rangsangan mengalir di akson dengan sangat cepat sebab rangsangannya meloncat dari satu nodus Ranvier ke nodus Ranvier berikutnya. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau rangsangan yang disampaikan lambat. Misalnya pada saat orang terkena benda panas dan rangsang yang disampaikan lambat maka yang bersangkutan kondisinya menjadi parah. Oleh sebab itu, kita harus tetap bersyukur kepada Allah yang telah memberi kita saraf yang dalam menyampaikan rangsangnya cepat. Ujung-ujung dendrit dan akson tidak ditutupi oleh selubung supaya ujung akson sel saraf bisa berhubungan dengan ujung dendrit sel saraf yang lainnya untuk meneruskan rangsangan. Tempat bertemunya ujung sel saraf yang satu dengan ujung sel saraf yang lain dinamakan sinapsis.

Pada daerah sinapsis, rangs angan tidak lagi berupa rangsangan listrik, namun diubah menjadi rangsangan kimia. Barulah setelah sampai di sel saraf berikut nya, rangsangan diubah kembali menjadi rangsangan listrik. Perubahan dari rangsangan listrik menjadi rangsangan kimia di sinapsis sebenarnya merupakan suatu karunia Tuhan Yang Maha Esa. Dengan rangsangan kimia ini, kekuatan rangsangan dapat diketahui sehingga dapat ditentukan rangsangan mana yang akan direspons lebih lanjut. Obatobat penghilang rasa sakit sebenarnya bekerja pada sinapsis, yakni dengan cara menghambat rangsangan.

2. Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat terdiri atas organ: otak dan sumsum tulang belakang.  Kumpulan dari badan-badan sel saraf yang letaknya pada sistem saraf pusat disebut pusat saraf, sedangkan yang letaknya di luar sistem saraf pusat disebut ganglion. Otak dan sumsum tulang belakang dilapisi oleh tiga lapis selaput yang dnamakan meninges. Pada otak, selaput tersebut biasanya dinamakan selaput otak. Di antara ketiga lapis selaput tersebut terdapat suatu cairan serebrospinal (cerebrospinal) yang fungsinya yaitu sebagai pelindung otak dari benturan. Cairan ini juga memiliki fungsi untuk membasahi sel saraf dan membawa zat makanan bagi otak.

a. Otak

Tulang-tulang tengkorak akan melindungi otak manusia. Volume otak kurang lebih 1200–1500 mL dan untuk massa otak kira-kira 1,5 kg. Otak manusia mempunyai bagian - bagian yang dibagi dalam tiga bagian, antara lain : a). otak depan, b). otak tengah, dan c).otak belakang. Untuk otak depan meliputi serebrum (otak besar), talamus, dan hipotalamus. Sedangkan untuk otak belakang meliputi pons varoli (jembatan varol), medula oblongata, dan serebelum (otak kecil). Adapun otak tengah membentuk unit fungsional yang disebut sebagai batang otak.

Fungsi Bagian Otak
Fungsi Bagian Otak

Gambar Bagian Otak Manusia
Bagian Otak Manusia
Bagian otak besar dipisahkan oleh suatu lekukan oleh karenanya otak terbagi menjadi otak besar kanan dan otak besar kiri. Belahan otak kanan dan otak kiri mengontrol tubuh pada bagian yang berlawanan. Otak kanan melakukan kontrol terhadap bagian tubuh sebelah kiri, sedangkan untuk otak kiri akan mengontrol bagian tubuh sebelah kanan. Apabiila seseorang memilikii kecencenderan melakukan sesuatu memakai tubuh bagian kanan, ini dapat diartikan bahwa bagian otak kirinya lebih berkembang.

b. Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang merupakan bagian sistem saraf pusat selain otak. Letak sumsum tulang belakang yaitu di dalam saluran tulang belakang. Apabiila sumsum tulang belakang dipotong dengan potongan melintang maka akan terlihat bahwa bagian luar berwarna putih, sedangkan untuk bagian dalam warnanya adalah abu-abu dengan bentuk seperti huruf H. Warna putih pada bagian luar dikarenakan adanya lapisan lemak. Sementara itu, pada bagian yang berwarna abu-abu menunjukkan banyaknya kandungan badan sel saraf. Serabut saraf dari badan sel tersebut memanjang dan ber cabang meninggalkan sumsum tulang belakang menuju bagian tepi sehingga dinamakan sebagai saraf perifer (saraf tepi). Saraf  perifer  memanjang menuju berbagai bagian tubuh.
Salah satu peran sumsum tulang belakang adalah dalam gerakan refleks yang mana respon spontan terhadap suatu rangsangan yang terjadi secara tidak disadari.
Sumsum Tulang Belakang
Saraf untuk gerakan refleks mempunyai alur yang lebih pendek dibandingkan dengan alur biasa sebab tidak melalui otak terlebih dahulu, melainkan hanya melalui sumsum tulang belakang. Alur ini dikenal dengan sebutan lengkung refleks. Pada lengkung refleks dimulai pada waktu reseptor (penerima rangsang) menerima rangsang. Kemudian, saraf sensoris membawa impuls (rangsangan) ke sumsum tulang belakang. Selanjutnya, rangsangan itu diteruskan ke saraf penghubung di materi abu dan diteruskan lagi ke saraf motoris. Selanjutnya, saraf motoris membawa impuls keluar dari sumsum tulang belakang melalui akar ventral dan membawa perintah ke otot untuk memberikan respons, misalnya berupa gerakan. Refleks sangat penting bagi kita karena refleks adalah salah satu gerakan yang sering menyelamatkan kita. Sebagai contohnya apabila tertusuk duri, secara cepat tubuhmu akan bergerak guna menghindari duri tersebut.

3. Sistem Saraf Tepi

Saraf-saraf yang menghubungkan antara sistem saraf pusat dengan organ-organ tubuh disebut sebagai sistem saraf tepi. Pembagian sistem saraf tepi terbagi atas 1). sistem saraf somatis dan 2). saraf autonom. Sistem saraf somatis menghantarkan impuls dari otak ke otot rangka dan kulit atau sebaliknya, dan sifatnya yaitu disadari. Adapun untuk sistem saraf autonom yaitu menghantarkan impuls dari otak ke bagian alat-alat dalam tubuh atau sebaliknya, dan sifatnya adalah tidak disadari. Fungsi sistem saraf autonom antara lain untuk mengatur detak jantung, diameter pembuluh darah, laju respirasi, sekresi kelenjar, kerja alat ekskresi, dan percernaan. Meskipun sistem saraf autonom bekerja secara tidak disadari, banyak pula bagian saraf autonom yang bekerja di bawah pengaruh kesadaran. Sistem saraf autonom dibedakan menjadi sistem saraf simpatik dan sistem saraf parasimpatik. Kebanyakan organ tubuh berhubugan dengan kedua sistem saraf tersebut yang umumnya bekerja secara berlawanan (antagonistik).  Saraf simpatik dan saraf parasimpatik bekerja sama untuk menjaga keseimbangan fungsi organ-organ tubuh.
Contoh dari interaksi  saraf simpatik dan parasimpatik yaitu detak jantung yang teratur dikontrol oleh keseimbangan impuls dari saraf simpatik dan saraf para simpatik. Secara terus-menerus, saraf simpatik memberikan impuls yang kemudian diimbangi oleh efek penghambatan dari saraf parasimpatik. Saraf parasimpatik memberikan sinyal rangsangan yang akan meningkatkan aktivitas perolehan energi, misalnya dengan memperlambat detak jantung. Sementara itu, sinyal yang dibawa oleh saraf simpatik akan meningkatkan kebutuhan terhadap oksigen dengan mempercepat detak jantung.

4. Sistem Indra Manusia

Impuls (rangsangan) pertama kali terdeteksi oleh alat indra (sensoris). Alat indra meliputi lidah sebagai indra pengecap, hidung sebagai indra pembau, telinga sebagai indra pendengar, mata sebagai indra penglihatan, dan kulit sebagai indra peraba.

a. Lidah: Indra Pengecap

Permukaan lidah kita terasa kasar, hal ini karena terdapat tonjolan-tonjolan tidak teratur yang disebut papila di mana papila memiliki banyak kuncup pengecap yang merupakan ruangan bundar yang di dalamnya terdapat sel pengecap. Di sel-sel pengecap tersebut bisa menerima rangsangan kimia yang selanjutnya akan diteruskan ke otak. Lidah hanya bisa merasakan empat rasa dasar, yakni rasa pahit, manis, asam, dan asin.
Rasa yang lain selain rasa manis, asin, asam, dan pahit adalah merupakan gabungan antara rasa tersebut. Aroma yang ditimbulkan oleh suatu bahan makanan juga memengaruhi rasa suatu makanan. Oleh sebab itu, apabiila hidungnya teman-teman tidak berfungsi, misalnya dikarenakan terserang influenza, maka teman - teman akan merasa kesulitan dalam menentukan rasa suatu makanan.

b. Hidung: Indra Pembau

Di dalam rongga hidung terdapat banyak sel-sel yang sangat sensitif terhadap bau. Hidung bisa mendeteksi zat-zat kimia dari udara yang masuk pada saat menghirup udara. Sel reseptor olfaktori (reseptor penciuman) menerima rangsangan bau, lalau menghantarkannya ke otak untuk diterjemahkan jenis bau tersebut.
Hidung dan Bagian Hidung
Jika dibandingkan dengan indra pembau yang dipunyai oleh beberapa jenis hewan, misalnya anjing dan harimau, indra pembau pada manusia memang tidak terlalu tajam. Walaupun demikian, indra pembau memiliki peran yang sangat penting bagi manusia. Indra pembau juga bisa beradaptasi dengan jenis bau yang ada pada lingkungan. Sebagai contoh, pada saat teman - teman berada di tempat yang bau untuk beberapa menit pertama mungkin akan terasa bau yang sangat menyengat. Namun apabila terus berada di tempat tersebut maka lama kelamaan bau tersebut tidak tercium lagi. Hal tersebut dikarenakan saraf-saraf pembau menjadi “kebal” atau menjadi terbiasa dengan jenis bau yang ada di lingkungan tersebut.

c. Telinga: Indra Pendengar

Bagian telinga terdiri dari 3 bagian yaitu telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam.
telinga
1). Telinga Luar
Bagian telinga ini biasa kita kenal sebagai daun telinga yang tersusun atas tulang rawan sehingga mempunyai sifat yang lentur. Fungsi daun telinga yaitu untuk mengumpulkan getaran suara. Getaran suara kemudian diteruskan ke dalam lubang atau saluran telinga. Di dalam saluran telinga terdapat kelenjar minyak dan rambut telinga yang akan mengikat kotoran yang masuk ke dalam telinga. Rambut telinga dan kelenjar telinga mempunyai fungsi sebagai pencegah masuknya benda asing ke dalam telinga. Gendang telinga (membran timpanum) merupakan batas antara telinga luar dan telinga dalam

2). Telinga Tengah
Di bagian telinga ini dibatasi oleh gendang telinga di bagian luar dan sekat tulang yang mempunyai dua lubang yaitu tingkap (jendela) oval dan tingkap bundar. Di dalam rongga telinga, terdapat tiga tulang telinga yang melintang yang terdiri atas tulang martil, landasan, dan sang gurdi. Ketiga tulang tersebut dihubungkan oleh suatu sendi. Tulang martil melekat pada gendang telinga, tulang landasan terletak di tengah, dan tulang sanggurdi melekat pada tingkap oval. Bentuk dan posisi tulang telinga membantu dalam memperbesar getaran bunyi yang diteruskan melalui gendang telinga untuk kemudian dilanjutkan ke dalam telinga dalam. Di dalam rongga telinga tengah terdapat suatu saluran yang berhubungan dengan mulut, dinamakan saluran Eustachius. Apabila terjadi perubahan tekanan udara, maka saluran Eustachius tersumbat karena gendang telinga menjadi cekung sehingga terdorong ke dalam. Keadaan ini dikenal dengan pekak. Saluran Eustachius yang tersumbat bisa kembali terbuka apabila kita menelan atau menguap.

3). Telinga Dalam
Bagian-bagian telinga dalam terdiri dari utrikulus, sakulus, dan koklea. Utrikulus dan sakulus adalah kantung yang di dalamnya terdapat suatu struktur yang mempunyai sel-sel rambut yang mana sel-sel rambut tersebut berkaitan dengan sel-sel saraf. Koklea disebut juga rumah siput sebab bentuknya berupa saluran yang melingkar seperti halnya rumah siput. Tingkap oval dan tingkap bundar adalah bagian dari pangkal luar koklea. Kedua tingkap ini menjadi penghubung antara telinga tengah dengan koklea. Di bagian dalam koklea terdapat dua buah membran yang berisi cairan. Kedua membran ini dihubungkan oleh membran yang mempunyai sel-sel rambut dan sel-sel penyokong. Sel-sel tersebut sebagai saraf pendengaran yang mempunyai fungsi mengubah getaran suara menjadi impuls. Di dalam telinga dalam juga terdapat tiga buah saluran semisirkularis yang berisi suatu cairan. Dasar ketiga saluran melekat pada gelembung yang disebut ampula. Dalam ampula terdapat krista yang berisi sel-sel rambut, sel-sel penyokong, dan materi seperti agar-agar. Selain sebagai indra pendengaran, telinga bagian dalam berfungsi sebagai indra keseimbangan. Di dalam tiga saluran semisirkularis terdapat cairan dan sel rambut sensoris. Pada waktu kepala berubah posisi, cairan dalam saluran semisirkularis menekan rambut sensoris. Sel saraf sensoris mendeteksi gerakan rambut tersebut dan mengirimkan impuls ke otak. Impuls ini memberikan data posisi kepala sehingga tubuh mengetahui posisinya.

d. Mata: Indra Penglihatan

bagian mata
Bagian utama mata yaitu bola mata. Bagian yang lain dari mata sebagai pelindung bola mata yaitu alis mata, kelopak mata, bulu mata, dan kelenjar air mata. Bola mata dilindungi oleh suatu lapisan kokoh atau dinding. Untuk dinding bola mata terbagi menjadi tiga bagian, dan untuk masing-masing mempunyai karakteristik berbeda.
  1. Bagian paling luar dinamakan sklera. Lapisan ini tipis tetapi kokoh, warnanya putih, dan mengandung jaringan pengikat. Adanya jaringan pengikat mendukung fungsi sklera untuk melindungi mata
  2. Lapisan tengah bernama koroid yang membentuk bagian bernama iris di bagian depan. Koroid adalah jaringan berwarna gelap, tipis, dan mengandung banyak pembuluh darah untuk menyuplai oksigen ke seluruh bagian mata. Bentuk iris adalah cakram dan merupakan bagian yang  mengandung otot olehkareanya bisa membuka dan menutup secara melingkar (sirkuler). Dengan mengubah ukurannya, intensitas cahaya yang masuk melalui pupil bisa diatur. Iris merupakan bagian yang memberikan warna pada mata.
  3. Lapisan bagian dalam dinamakan retina. Bagian ini mengandung banyak fotoreseptor, yaitu sel-sel yang peka terhadap cahaya. Retina adalah tempat terbentuknya bayangan benda yang dilihat mata.
Cahaya masuk lewat pupil dan bayangannya jatuh di retina. Tanpa akomodasi, mata bisa melihat benda dari jarak jauh (lebih dari 6 meter), bayangannya jatuh tepat pada retina. Namun, bayangan benda pada jarak kurang dari 6 meter akan jatuh di belakang retina oleh karenanya akan terlihat kabur. Untuk melihat benda pada jarak dekat, mata harus melakukan akomodasi dengan cara mengubah kecembungan lensa mata. Otot-otot mata akan menambah kecembungan lensa sehingga bayangan benda dari jarak dekat bisa jatuh di retina.

e. Kulit: Indra Peraba

Kulit termasukdalam organ dalam sistem ekskresi manusia sekaligus merupakan panca indra manusia yaitu sebagai indra peraba. Hal ini dikarenakan pada kulit terdapat sel-sel sensoris yang peka terhadap panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan rasa sakit.
bagian kulit
Rangsangan yang ditangkap oleh reseptor sensoris pada kulit akan mengalir melalui sistem saraf pusat hingga mencapai bagian korteks otak. Misalyaa, lewat sentuhan tangan akan dihasilkan aktivitas elektrik yang disampaikan ke bagian korteks otak. Kemudian, otak akan melakukan identifikasi rangsangan sesuai dengan lokasi di mana rangsangan didapatkan. Oleh karena itu, lewat tangan bisa diketahui apakah benda yang disentuh tersebut adalah benda yang kasar atau benda yang halus. Jika rangsangan didapatkan secara bersamaan, otak juga bisa langsung menyampaikan informasi bahwa benda yang disentuh terasa panas atau dingin.

5. Gangguan pada Sistem Saraf dan Alat Indra

1. Sistem Saraf

Berikut ini merupakan beberapa contoh gangguan pada sistem saraf.
a. Stroke
  • Stroke merupakan penyakit terganggunya fungsi otak karena sel-selnya mati akibat terganggunya aliran darah pada otak. Penyebab utamanya yaitu tekanan darah tinggi dan kelebihan kolesterol.
b. Epilepsi
  • Epilepsi merupakan penyakit akibat adanya letusan-letusan listrik pada impuls di sel saraf otak. Efek yang terlihat pada saat terjadi serangan bermacam-macam, bergantung pada bagian mana yang terganggu. Misalnya, apabila yang diserang pada daerah motoris dan daerah kesadaran, orang yang terserang akan kejang-kejang dan hilang kesadaran.
c. Rabies
  • Rabies atau penyakit anjing gila pada manusia yang ditularkan lewat gigitan hewan, seperti melalui gigitan anjing. Penyakit tersebut ditularkan lewat air liurnya. Virus rabies akan mencapai otak dan sumsum tulang belakang melalui saraf tepi. Bagi penderita rabies akan mengalami gejala panas, cemas, kejang-kejang, dan bisa  meninggal akibat kelumpuhan. Pencegahannya yang dapat dilakukan yaitu dengan vaksinasi.

2. Alat Indra

Berikut ini beberapa contoh gangguan pada alat indra.

a. Rabun Dekat (Hiperopia)
  • Suatu kelainan mata yang menjadikan seseorang tidak bisa melihat benda dengan jelas pada jarak dekat. Penyebabnya yaitu bayangan benda jatuh di belakang retina. Bagi penderita rabun dekat bisa ditolong dengan memakai kacamata berlensa cembung. Dengan kacamata tersebut maka bayangan benda akan jatuh tepat di retina dan penderita bisa melihat benda dengan normal.
b. Rabun jauh (Miopia)
  • Bagi penderita rabun jauh akan mengalami gangguan dalam melihat benda-benda yang jauh. Hal ini terjadi sebab bayangan benda jatuh di depan retina. Untuk menolongnya maka penderita memakai kacamata berlensa cekung, penderita bisa dibantu penglihatannya sehingga bisa melihat benda-benda yang jaraknya jauh dengan jelas.
c. Astigmatis
  • Penglihatan yang kabur dikarenakan cahaya tidak jatuh tepat pada satu titik di retina. Pada umumnya karena kornea atau lensa tidak rata. Bagi penderita astigmatis dapat ditolong dengan memakai kacamata berlensa silindris sehingga pandangan tidak kabur.
Baca juga : Gangguan dan Penyakit Sistem Ekskresi dan Sistem Reproduksi pada Manusia

Untuk mempermudah mempelajarinya, berikut diagram alurnya
Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia

Demikian lah artikel yang berjudul Sistem Koordinasi dan Alat Indra pada Manusia (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9) yang semoga bermanfaat. Terimakasih.

Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.