Budidaya Bawang Putih : Cara Menanam, Syarat Tumbuh, Hama dan Penyakit serta Panennya

Artikel yang terkait dengan judul :Budidaya Bawang Putih : Cara Menanam, Syarat Tumbuh, Hama dan Penyakit serta Panennya

Budidaya Bawang Putih : Cara Menanam, Syarat Tumbuh, Hama dan Penyakit serta Panennya ✓ Nama latinnya adalah Allium sativum L. dengan famili Liliaceae. Seperti halnya bawang merah, bawang putih juga sering dijumpai di dapur kita. Ada beberapa hal yang akan dibahas yang berhubungan dengan teknik cara budidaya tanaman bawang putih ini yang semoga dapat meningkatkan hasil produksi (panen) yang melimpah sehingga harapannya kesejahteraan bagi para petani bawang putih juga akan menjadi meningkat pula. Ayo kita belajar bersama mengenai hal tersebut.

Budidaya Bawang Putih : Cara Menanam, Syarat Tumbuh, Hama dan Penyakit serta Panennya

Budidaya Bawang Putih

Daftar Isi

1. Asal dan Persebarannya
2. Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Putih
3. Cara Menanam Bawang Putih
4. Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Putih

Asal dan Persebarannya

Nenek moyang dari tanaman bawang putih adalah jenis liar Allium longicuspis Rgl. yang mana jenis liar tersebut sampai saat ini masih ada di daerah Asia bagian tengah Sedangkan untuk di daerah Mesir tanaman tersebut sudah tak dikenal sekitar tahun 2.500-3.000 tahun SM. Selanjutnya para pelaut dari Spanyol, Portugis, dan pelaut Prancis yang menyebarluaskan bawang putih hingga ke daratan Eropa Barat. Konsumsi dari bawang putih di dunia adalah menempati pada posisi yang kedua setelah konsumsi iterhadap bawang bombay. Secara umum pemanfaatan dari umbi bawang putih adalah  dipakai untuk bumbu masakan dan sebagian kecilnya adalah dimanfaatkan untuk obat-obatan pada. Di daerah subtropis bawang putih penanaman dilakukan pada akhir musim gugur dan pada musim terjadi pertumbuhan secara vegetatif serta pembentukan umbi, sedangkan untuk panen dilaksanakan pada musim panas. Untuk memperoleh cuaca yang dimaksud seperti itu hanya bisa dilakukan untuk dataran tinggi. Sebagai contoh adalah yang dilakukan di daerah Batu-Malang. Oleh karena daratan tinggi yang ada di Indonesia terbatas jumlah dan adanya persaingan dengan tanaman yang lainnya, maka dilakukan penelitian terhadap bawang putih yang bisa ditanam di dataran menengah sampai dataran rendah. Varietas "lumbu putih"  mungkin bisa toleran terhadap daerah dataran menengah sampai dengan dataran rendah.

Nutrisi dari bawang putih adalah sebagai berikut 63% air, 7% protein,  0,2% lemak, 28% karbohidrat,  0,8% serat dan 1% abu.  tidak akan menimbulkan bau yang spesifik tetapi bawang putih yang terluka akan terjadi perubahan kimia yaitu terjadi perubahan dari enzim allinase memecahkan alliin menjadi allicin yang kemudian zat tersebut menyebabkan timbulnya rasa

Syarat Tumbuh Tanaman Bawang Putih

Tanaman bawang putih bisa tumbuh di berbagai jenis tanah tanah, tetapi harus mempunyai  bahan organik yang tinggi,  subur dan juga gembur. Seperti hal pada bawang bombay tanahnya juga harus subur, gembur, dan banyak mengandung organik,  sehingga tanah yang cocok untuk tanaman bawang bombay cocok juga untuk tanaman bawang putih. Pada daerah subtropis bawang putih dilakukan penanaman pada musim semi, sedangkan untuk panennya pada musim panas. Suhu yang cocok adalah sekitar 20 derajat Celcius, sehingga di Indonesia yang paling cocok untuk menanam bawang putih adalah di daerah dataran tinggi yaitu sekitar 700 hingga 1.000 meter diatas permukaan laut. Untuk pH yang sesuai adalah pH netral yaitu mendekati kampung 6,5-7.

Di dalam cara budidaya bawang putih,  pengolahan terhadap tanah adalah merupakan faktor yang sangat penting. Tanah dilakukan pembajakan, lalu didiamkan sekitar 2 sampai 3 minggu sebelum dilakukan penghalusan. Pada waktu yang bersamaan pula pupuk kandang disebar atau dilakukan pencampuran dengan tanah secara merata. Setelah dirasa cukup lembut butiran tanahnya, maka dibuat guludan. Adapun tinggi guludan adalah 30 sampai 45 cm. Pada waktu musim kemarau kultivar "Lumbu Hijau" bisa memproduksi umbi bawang putih terbaik pada guludan dengan tinggi 20 dan 30 cm. Hal tersebut adalah berhubungan erat dengan pengambilan air tanah yang dilakukan oleh akarnya yang tumbuh terbatas. Sedangkan pada musim penghujan gundukan yang diperlukan adalah lebih tinggi  dari musim kemarau sebab  memerlukan drainase yang lebih tuntas. Pada umumnya bawang putih ditanam pada akhir musim penghujan sebab mempunyai kelembaban yang tinggi,  ini berhubungan dengan serangan terhadap penyakit pada bawang putih. Untuk pupuk lengkap NPK adalah 12 dibanding 13 dibanding 10 sebanyak 250-750 kg per hektar. Cara pemberian pupuk pada tanaman bawang putih adalah diantara tanaman 75 sampai 100 mm dari tanaman.

Cara Menanam Bawang Putih

Oleh karena tanaman bawang putih adalah tanaman yang tidak menghasilkan biji, maka cara perbanyakannya adalah menggunakan juring/ siung/ umbinya. Untuk bisa menghasilkan bisa memproduksi bawang putih yang baik maka dapat dilakukan dengan cara memilih tanaman yang baik pertumbuhannya. Tanaman tersebut dicabut kemudian dlakukan pengikatan pada daunnya lalu dikeringkan. Namun oleh petani cara tersebut jarang yang melakukannya, namun para petani lebih suka memilih membeli bibit daripada membibitkan sendiri. Jumlah umbi yang dibutuhkan untuk setiap hektar adalah sekitar 900 sampai 1.100 kg. Umbi bawang putih calon bibit tersebut dipecah kemudian dipisahkan siungnya satu per satu. Pada waktu melakukan pemisahan harus dilakukan dengan hati-hati,  jangan sampai kulit ari rusak, hal ini adalah untuk mencegah kerusakan fisik. Pada saat pemanenan juga harus tepat dan harus hati-hati.

Umbi yang dipilih sebagai bibit kemudian disimpan di dalam gudang sekitar 6 sampai 7 bulan untuk mengalami masa dormansi atau masa istirahat. Ukuran siung yang akan ditanam akan selalu berhubungan positif dengan hasil umbinya. Biasanya berat sekitarnya adalah sekitar 1 sampai 2 gram, ini merupakan ukuran bibit yang sedang dan sudah cukup baik untuk dijadikan bibit. Setelah siung melewati dari masa dormansi,  terdapat adanya titik yang berwarna hijau jika siung dipotong pada bagian ujungnya, bisa untuk dilakukan penanaman.

Setelah siung ditanam, maka diperlukan penyiraman untuk dapat mempercepat pertumbuhan dari tanaman bawang putih tersebut. Sesudah siung dilakukn penanaman maka biasanya akan ditutupi dengan menggunakan jerami. Tujuan dari penutupan tersebut yaitu supaya tidak terkena terkena sinar matahari dan juga bertujuan untuk menjaga kelembaban tanah. Jarak tanaman bawang putih adalah 15 kali 10 cm dengan siung ditanam secara tegak lurus  Adapun pupuk yang dipakai adalah pupuk buatan yaitu N 4,9 gram, P2O5 4,9 gram dan K2O sebanyak 21,69 gram per meter persegi. Setelah tanaman berumur mencapai 30 hari maka pupuk urea diberikan untuk pertama kalinya dengan dosis 4,9 gram untuk setiap meter persegi. Setelah umur 45 hari pemberian urea kemudian diulangi lagi dengan menggunakan dosis yang sama dengan pada saat umur 30 hari. Selama awal pertumbuhan tanaman bawang putih harus diusahakan supaya tanaman terbebas dari gulma yang menganggu. Penyiangan bisa dilakukan dengan memakai tangan sekaligus melakukan pendangiran terhadap tanaman. Sedangkan untuk pengairan tanaman bawang putih dapat menggunakan gembor.

Tanda-tanda tanaman bawang putih yang sudah tua adalah jika pangkal batang sudah lunak,  daun bawang putih sudah mulai mengering dan tanah di dasar tanaman sudah merekah, sehingga dengan demikian akan terlihat dengan jelas umbinya. Panen bawang putih secara umum dilakukan dengan menggunakan tangan. Sesudah dilakukan pencabutan kemudian dibersihkan dan dilakukan pengikatan lalu disigir (dikeringkan dan dijemur). Sedangkan untuk keperluan pembibitan, umbi akan diberi insektisida agar tidak mudah terserang oleh hama penggerek umbi. Hasil panen umbi bawang putih adalah sangat beragam yaitu antara 1 sampai dengan 4,5 ton per hektar, hal ini sangat tergantung pada varietas,  tergantung pada kesehatan tanaman dan tergantung pada  budidayanya.

Hama dan Penyakit Tanaman Bawang Putih

Penyakit yang biasa menyerang pada tanaman bawang putih antara lain berupa embun upas yang penyebabnya adalah jamur Peronospora distruktor. Jamur tersebut adalah sangat ganas yang menyerang tanaman bawang putih yaitu pada daunnya. Kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah bisa meningkatkan intensitas serangan. Sehingga petani dalam budidaya bawang putih harus mengatasinya yaitu dengan menggunakan fungisida dithiocarbamate.

Penyakit busuk lapangan putih penyebabnya adalah jamur sclerotium Revivo jamur ini biasanya menyerang pada umbi dan akar tanaman bawang putih yang terserang penyakit ini akan menjadi busuk.

Penyakit pink rot, penyebabnya adalah jamur Pyrenochaeta terestris. Bagian tanaman bawang putih yang diserang adalah pada bagian akar lewat tanah. Jamur ini akan sangat aktif pada kondisi yang panas dan kelembaban yang tinggi. Tanaman yang terserang tumbuhnya menjadi kerdil.

Fusarium oxysporum adalah merupakan sebangsa jamur yang pertama kali diserang adalah bagian akar kemudian menjalar ke batang dan daun tanaman bawang putih, sehingga tanaman akan tampak layu.

Hama tanaman bawang putih yang sering menyerang adalah Thris tabaci. Bagian tanaman bawang putih yang diserang adalah pada daunnya dengan meletakkan telurnya pada daun di bagian bawah. Serangga dewasa akan menghisap cairan dari tanaman bawang putih.

Varietas bawang putih banyak macmnya,diantaranya adalah yang dianjurkan oleh pemerintah adalah "Lumbu Hijau" dengan roduksi panen mencpai 10 ton/ Ha dengan umur 120 hari dan cocok untuk dataran tinggi. "Lumbu kuning" produksinya mencapai 8 ton/ Ha dengan umur 110 hari dan untuk dataran sedang sampai dengan rendah. "Lumbu Putih" dengan produksi mencapai 5 ton/ Ha dengan umur 100 hari dan sesuai dengan dataran rendah.

*) SEMUA ARTIKEL TENTANG BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ADA DI : Macam-Macam Contoh Budidaya Tanaman Sayuran

Artikel Hortikultura lainya:
1. Budidaya Bawang Merah
2. Jenis-jenis Stek Tanaman
Demikianlah artikel tentang budidaya tanaman yang berjudul Budidaya Bawang Putih : Cara Menanam, Syarat Tumbuh, Hama dan Penyakit serta Panennya di Aanwijzing.com yang semoga bermanfaat. Terimakasih.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.