Cara Berpidato (Berbicara) di Depan Umum Dengan Percaya Diri

Artikel yang terkait dengan judul :Cara Berpidato (Berbicara) di Depan Umum Dengan Percaya Diri

Cara Berpidato (Berbicara) di Depan Umum Dengan Percaya Diri ✓ Berbicara di muka umum bukan hal yang mudah untuk sebagian orang karena merasa kurang percaya diri, grogi, dan perasan yang sejenisnya sehingga berbicara/ berpidato di depan orang banyak merupakan tantangan tersendiri. Sebagai contoh berbicara di depan orang banyak misalnya pada saat teman-teman disuruh oleh guru untuk presentasi/ menjelaskan sesuatu di depan kelas, dan lain sebagainya. Berikut beberapa teknik agar berbicara di depan umum menjadi lebih percaya diri, nyaman dan juga tidak menegangkan.

Cara Berpidato (Berbicara) di Depan Umum Dengan Percaya Diri

Daftar Isi

1. Mempersiapkan Pidato

Mempersiapkan Pidato

Kenali bidang pembahasan

Dengan adanya penguasaan terhadap topik dan pengetahuan yang luas mengenai apa yang inin di bicarakan akan membuat pembicara publik menjadi merasa nyaman. Namun sebaliknya apabila daam berbicara di depan umum kurang pengetahuan maka akan menjadikan kecemasan dan tidak yakinn terhadap apa yang dibicarakannya. Susunlah pidato dengan waktu yang cukup sehingga pidato yang akan dibawakan menjadi alami dan juga logis, tidak terkesan dibuat-buat dan kaku. Teman-teman semua harus tahu mengenai bagaimana memberi sambutan dan meminimalkan kekurangan terhadap kekurangan anda. Selain itu juga pahami tentang audiens karena bisa membantu menjadikan kita merasa lebih percaya diri.

Latih tubuh

Dalam hal berdiri, ini tidak hanya berdiri tegak pada saat sedang berbicara (tahan gerakan jari-jari kaki supaya selalu berdiri tegak saat berbicara), namun juga berkaitan dengan pernapasan, dan memastikan bahwa kita dapat berbicara dengan teratur.

Hal yng berhubungan dengan latihan tubuh antara lain:

- Bicaralah dari diafragma.

Dengan berbicara dari diafragma maka suara yang keluar akan jelas dan juga keras sehingga audiens bisa mendengarkannya dengan nyaman dan tidak terkesan kita sedang tegang atau sedang berteriak-teriak. Latihan yang dapat dilakukan adalah berdiri dengan tegak dan kemudian letakkan tangan di perut, kemudian tarik napas lalu hembuskan. Hitunglah sampai 10 hitungan saat kita menghembuskan dan 5 hitungan pada waktu menarik napas. Dengan demikian kita akan menjadi lebih santai. Selanjutnya dengan konsisi yang santai seperti ini mulailah berbicara.

- Mengatur nada bicara.

Mengenali jenis suara kita, apakah terlalu keras? terlalu rendah, atau yang lainnya. Kita harus dalam kondisi santai dan berdiri pada posisi yang tegak dan nyaman serta bernafaslah dengan benar karena ini akan membantu dalam menemukan nada suara yang lebih enak di telinga.

- Hindari pernapasan tenggorokan dan pernapasan dada bagian atas.

Dengan pernafasan ini akan membuat suara terdengar tidak nyaman dan lebih tegang karena dapat mempersempit tenggorokan.

Berlatihlah melangkah bolak-balik/mondar-mandir

- Cara berpidato agar audien dapat mengikuti apa yang dikatakan oleh kita, maka kita harus memberi waktu kepada audien untuk memproses isi pidato. Untuk itu dalam berpidato sebaiknya tidak dilakukan dengan cepat dan terburu-buru.

- Latih artikulasi dan juga pengucapan yang tepat. Pengertian artikulasi adalah lafal, pengucapan kata, perubahan rongga dan ruang dalam saluran suara dalam rangka untuk menghasilkan suatu bunyi bahasa.

- Menghilangkan um dan pengulangan terlalu banyak kata-kata penyambung.

Kenali model pidato yang akan disampaikan

Seberapa penting kita mengetahui jenis pidat? ini sama pentingnya mengetahui audiens kita. Cara yang dapat dilakukan harus yang paling cocok dengan kita. Caranya yaitu dengan membuat catatan kecil yang berisi garis besar pidato atau langsung melakukan pidato dengan mengandalkan ingatan, tapi jangan lakukan jika teman-teman tidak yakin dapat melakukannya.

Menghafal Pidato

Menghafal pidato tidak perlu 100 persen hafal, namun cara ini bisa jadi dapat membantu teman-teman dalam berpidato untuk menkjadi lebih percaya diri dan tentu akan lebih memudhkan teman-teman-teman.

- Menuliskan idato secara berulang-ulang. Hal tersebut dapat membantu teman-temn untul mengingat pidato, selanjutnya teman-teman bisa melakukan tes terhadap diri sendiri untuk mengetahui seberapa baik dalam mengingat pidato. Apabila terdapat bagian-bagian yang belum bisa dingat maka lakukan pengulangan secara terus menerus.

- Memilah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, kemudian hafal masing-masing bagian tersebut. Hal ini jika kita secara langsung menghafal secara keseluruhan maka mengalami kesulitan dalam menghafalnya. Mulailah dengan cara menghafal setiap poin utama, lalu dilanjutkan ke subpoin.

-Memakai metode loci. Lakukan pembagian atas pidato ke dalam paragraf atau poin-poin. Visualisasikan gambar untuk setiap poin tersebut.

Kenali audiens

Tipe audien antara yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda sehingga perlkukannya juga berbeda-beda.

Latihan

Supaya pidato yang aan dibawaan baik tidaklah cukup dengan mengetahui materi saja namun juga memerlukan pengulangan dan latihan. Ini dilakukan sampai merasa bahwa seluruh informasi sudah terasa mudah.

Lakukan latihan berbicara di tempat yang sebenarnya nantinya akan berbicara. Hal tersebut akan menjadikan diri anda tingkat kepercayaan dirinya menjadi lebih meningkat karena akan menjadi lebih nyaman dengan lokasi tampil anda.

Membuat video untuk melihat kekuatan dan kelemahan Anda. Dengan melihat video yang dibuat maka kita akan bisa memperhatikan dari kebiasaan, refleks dan juga ekspresi anda yang merugikan (sebagai contoh adalah berdiri tidak tegak, melakukan gerakan membetulkan rambut saat berbicara, dan lain sebagainya). Dengan demikian teman-teman bisa memperbaikinya dari video tersebut.

Mengasah Pesan

Memilih jenis pidato yang paling tepat

Terdapat 3 macam jenis pidato, yaitu informatif, persuasif, dan hiburan. Adapaun tujuan utama dari pidato informatif yaitu memberikan fakta-fakta, detail, dan juga contoh dari sebuah informasi sehingga kita harus tetap fokus pada fakta-fakta dan informasi dasar tersebut. Untuk pidato persuasif adalah pidato yang berkaitan dengan membujuk audiens. Anda akan menggunakan fakta-fakta, tetapi juga emosi, rasionalitas, pengalaman Anda, dan lain sebagainya. Sedangkan tujuan dari pidato hiburan yaitu untuk memenuhi kebutuhan sosial, tetapi tidak jarang memakai beberapa aspek dari pidato informatif (seperti halnya pada acara pernikahan, dan lain sebagainya).

Hindari pembukaan yang bertele-tele

Teman-teman pasti pernah mendengar sebuah pidato yang dilakukan dengan pembukaan yang bertele-tele, ini akan membuat pendengarnya menjadi bosan.

Mulailah pidato Anda dengan memaparkan gagasan utama, ide menyeluruh.

Audiens akan lebih mengingat pembukaan dan penutupan apabila dibandingkan dengan setiap bagian lain dari sebuah pidato.

Pembukaan pidato harus dengan cara yang menarik. Kita dapat mengawalinya dengan menampikan fakta yang mengejutkan atau statistik, atau mengajukan pertanyaan dan juga dapat bermain dengan pola pikir di luar sangkaan dari pendengar.

Susunlah struktur yang jelas

Hal tersebut dutujukan agar terhindar dari pidato yang tidak mempunyai akhir/klimaks, sehingga perlu untuk merancang format yang jelas.

Kuasai gagasan Anda secara menyeluruh.

Bertanyalah pada diri anda mengenai apa yang akan sampaikan kepada penonton? Apa pesan yang akan di ambil dari pidato yang anda lakukan?

Gunakan bahasa yang tepat

Bahasa sangatlah penting pada saat menulis dan berpidato.

Jangan terlalu berlebihan memakai kata-kata yang terlalu ilmiah dan berat, karena audiens dapat kehilangan minat.

Gunakan kata-kata sifat yang mencolok dan menarik.

Jadikan pidato dan audiens Anda lebih hidup dan bersemangat.

Memakai gambar supaya audiens memperhatikan.

Pengulangan adalah merupakan tips yang baik untuk mengingatkan audiens bahwa pidato Anda penting.

Sampaikan pidato secara sederhana

Dalam berpidato tidak hanya menggunakan gambar dan fakta-fakta saja namun tetapi juga harus disampaikan secara sederhana dan tidak bertele-tele, karena dengan kita berbicara ke mana-mana dengan pembahasan yang rumit, akan kehilangan audiens.

Pakailah kalimat yang pendek dan memakai frasa-frasa yang singkat.

Anda bisa memakai kutipan yang pendek dan juga mendalam. Tidak sedikit orang terkenal yang membuat pernyataan lucu atau kuat dalam kalimat yang sangat singkat. Sebagai contoh lakukan dengan tulus, dengan singkat, sambil duduk (Be sincere; be brief; be seated) oleh Franklin D. Roosevelt.

Berbicara di Depan Umum

Hadapi kecemasan

Pada sebagian rang apabila harus berbicara di depan umum mengalami ecemasan. Berikut ini adalah beberapa cara mengatasi kegelisahan pada waktu berpidato yaitu:
  • Pada waktu kita akan berpidato, kepalkan dan juga lemaskan tangan terlebih dahulu guna untuk mengatur adrenalin. Secara perlahan tarik napas selama 3 kali, hal ini menimbulkan efek menenangkan dengan demikian pernafasan juga menjadi lancar dan  danmenjadilkan lancar dalam berbicara.
  • Pada waktu berdiri, posisikan diri dalam keadaan yang santai dan tegak dan juga berdiri dengan rasa penuh percaya diri. Pada kondisi ini akan memengaruhi otak untuk berpikir bahwa kita dalam kondisi yang sangat percaya diri sehingga memudahkan kita dalam saat berpidato.

Tersenyum pada audiens

Berikan senyuman kepada audiens, ini akan menjadikan kesan bahwa anda yakin dan mencairkan suasana antara Anda dan audiens.

Berpidato dengan cara yang menarik

Penampilan  dan cara dalam menyampaikan merupakan faktor yang dapat menjadikan pidato anda menjadi menarik/ membosankan.

Berpidato adalah bercerita.

Bagi orang-orang yang biasa dengan cerita akan menjadi lebih mudah untuk melakukan pidato.

Libatkan audiens

Dengan melibatkan audiens dalam materi yang anda sampaikan maka audiens berada dalam kontrol Anda, hal ini akan membuat pembicara yang menarik adaah lebih dari sekadar membawakan tema yang menarik saja.

Lihatlah audiens.

Dengan imajinasi anda, bagi ruangan menjadi beberapa bagian, kemudian lakukan kontak mata dengan masing-masing orang secara berotasi.

Melakukan pertanyaan kepada audiens.

Dengan melakukan tanya jawab keada audiens akan menjadikan audien merasa menjadi bagian dari pidato Anda.

Berbicaralah lebih lambat

Tidak sedikit orang yang pada saat berpidato gagal karena dalam berbicara terlalu cepat. Apabila anda  dalam bicara merasa terlalu lambat, kemungkinan besar kecepatan Anda sudah pas.

Minumlah air putih apabila mulai tersendat.

Dengan minum, maka akan memberikan kepada audiens waktu untuk mengejar ketinggalan dan bagi anda dapat mengatur kembali tempo bicara.

Persiapkan penutupan yang baik

Pastikan bahwa penutupan pidato Anda berkesan agar audiens akan selalu ingat setelah itu.

Akhiri pidato dengan sebuah cerita yang merupakan gambaran dari ide utama pidato Anda. Ceritakan bahwa informasi yang anda sampaikan bermanfaat, atau bahayanya apabila tidak mempunyai informasi tersebut.

Materi Ilmu Pengetahuan Umum lainnya:
Cara Menghitung Persentase (%) dan Contohnya
Demikianlah artikel Pengetahuan Umum mengenai Cara Berpidato (Berbicara) di Depan Umum Dengan Percaya Diri di Aanwijzing.Com. Terimakasih.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.