Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Artikel yang terkait dengan judul :Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)Pengertian masyarakat kolonial adalah merupakan masyarakat yang melakukan pengembangan kekuasaan sebuah negara terhadap wilayah dan juga manusia di luar batas negaranya, yang seringkali mempunyai tujuan untuk mencari dominasi di bidang ekonomi dari sumber daya, tenaga kerja, dan juga pasar wilayah. Kekayaan alam Indonesia terutama hasil rempah-rempahnya ternyata membuat bangsa Eropa tertarik untuk datang ke kawasan Nusantara. Awalnya kedatangan mereka adalah berdagang, namun lama kelamaan mereka memiliki ambisi untuk memonopoli dan menguasai semua perdagangan dan kekayaan yang ada di Nusantara. Kedatangan dari orang-orang Eropa pada akhirnya memunculkan adanya penderitaan dan kesengsaraan terhadap masyarakat Indonesia. Berikut gambaran mengenai kehidupan masyarakat indonesia pada masa kolonial.

Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Daftar Isi

1. Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Nusantara
2. Kedatangan Bangsa Eropa Ke Nusantara
3. Perkembangan Agama Nasrani Di Indonesia Pada Masa Kolonialisme Barat

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Nusantara

Bangsa Eropa datang ke Indonesia disebabkan oleh karena didorong oleh terjadinya beberapa peristiwa penting yaitu munculnya merkantilisme, terjadinya rervolusi industri, Konstantinopel jatuh ke tangan kekaisaran Turki Utsmani, dan juga semangat tiga G.

Munculnya Merkantilisme

Pengertian merkantilisme adalah merupakan suatu faham kebijakan politik dan kebijakan ekonomi pada suatu negara yang bertujuan untuk memupuk hasil kekayaan (berupa emas) yang sebanyak-banyaknya sebagai standar kesejahteraan dan kekuasaan untuk negara itu sendiri. Untuk mendapatkan kesejahteraan dana kekuasaan tersebut, maka mucul semangat dari beberapa bangsa Eropa untuk mencari daerah jajahan termasuk ke Nusantara yang sejak dulu memang sudah dikenal sebagai jamrud (tambang emas) katulistiwa. Contoh negara merkantilisme di Eropa adalah; Perancis, Belanda, Inggris, Jerman.

Revolusi Industri

Pengertian revolusi industri adalah pergantian atau perubahan yang menyeluruh dalam memproduksi barang yang dikerjakan oleh manusia atau tenaga hewan menjadi tenaga mesin. Pemakaian tenaga mesin di dalam industri membuat produksi menjadi lebih efisien, ongkos produksi bisa diturunkan, barang yang diproduksi bisa dalam jumlah yang banyak dan lebih cepat. Mula-mula munculnya revolusi industri adalah di Inggris dan kemudian berkembang ke berbagai bangsa Eropa. Selain berdampak positif adanya revolusi industri juga menimbulkan dampak negatif yaitu masalah sosial antara lain pengangguran dan urbanisasi. Cara yang diambil dalam rangka mengatasi masalah sosial akibat urbanisasi, maka muncul kebijakan untuk mengirim dan mempekerjakan pengangguran tersebut ke daerah baru yang dijadikan koloni. Selain itu, daerah baru tersebut juga dijadikan sebagai tempat untuk memasarkan kelebihan dari produk industrinya, sebagai penyedia bahan baku dan penyedia tenaga murah.

Jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kekaisaran Turki Utsmani tahun 1453

Pada tahun 1453 Sultan Muhammad II sebagai penguasa Turki Islam dari dinasti Utsmani telah berhasil merebut Konstantinopel (Istambul). Pada waktu itu Konstantinopel adalah merupakan pusat pemerintahan dari Romawi Timur, yang agama yang dianutnya adalah Nasrani. Selain itu juga merupakan pusat perdagangan yang menghubungkan antara wilayah Eropa dengan bangsa Asia. Dengan Konstantinopel telah jatuh ke Sultan Muhammad II, maka perdagangan di Laut Tengah dikuasai oleh para pedagang Islam. Kondisi ini membuat para pedagang dari Eropa kemudian mencari jalan lain di luar kawasan Laut Tengah tersebut untuk mencapai penghasil rempah-rempah (Indonesia).

Dorongan Semangat Tiga G

Pengertian semangat 3 G adalah terdiri dari gold (ekonomi), gospel (agama), dan glory (petualangan dan kemuliaan). Untuk gold, ambisi mereka adalah berhubungan dengan upaya untuk mencari untung yang sebesar-besarnya melalui bidang perdagangan, terutama rempah-rempah seperti lada, cengkih, dan juga pala. Untuk segi agama, ambisi mereka adalah ke wilayah Timur (Nusantara) berhubungan dengan adanya semangat dari bangsa Barat untuk melanjutkan Perang Salib yaitu perang antara umat Islam dan Kristen sekaligus untuk menyebarkan agama Kristen. Untuk segi petualangan dan kemuliaan kedatangan dari bangsa Eropa ke negara-negara di Timur berhubungan dengan hobi mereka yaitu melakukan petualang dari satu tempat ke tempat yang lain sebagai wujud untuk mencari kemuliaan dan kejayaan. Bagi bangsa Eropa untuk berpetualang ke Timur juga didorong adanya 1). cerita dari Marco Polo mengenai kemajuan di dunia Timur dan 2). adanya keyakinan bahwa bumi adlah bulat.

Kedatangan Bangsa Eropa Ke Nusantara

Faktor penyebab keberadaan Indonesia menjadi penting bagi perdagangan dan pelayaran antara Asia dan Eropa :
  • Kondisi geografis Indonesia adalah yang sangat sangat strategis sebab dilalui oleh jalur perdagangan dan pelayaran antara Asia dan Eropa yang lebih dikenal dengan nama Jalur Selatan.
  • Kekayaan alam dari bangsa Indonesia dalam menghasilkan barang dagangan yang diperlukan oleh bangsa Eropa. Rempah-rempah yang berasal dari Maluku sangat diperlukan di Eropa sehingga pelayaran melewati perairan Indonesia sambil membawa rempah-rempah dari Maluku untuk dijual di Eropa.
  • Faktor keamanan. Jalur perdagangan dan pelayaran yang melalui perairan Indonesia relatif lebih aman, dengan ombaknya yang tidak begitu besar.
  • Indonesia adalaah merupakan mata rantai jalur perdagangan dan pelayaran antara Asia dengan Eropa, yang posisinya sangat diperlukan.

Kedatangan Bangsa Portugis

Portugis yang dipimpinan oleh Alfonso d’Albuquerqee telah berhasil menguasai Malaka di tahun 1511. Kemudian Portugis melakukan perluasan pengaruh dan perdagangannya ke Indonesia. Pada walnya Alfonso mengirim ekpedisi ke wilayah Aceh. Pada ekspedisi ini Portugis mengalami kegagalan, kemudian dia melakuan hal yang sama yaitu mengirim ekpedisi ke daerah Maluku. Ekpedisi ini lalu disusul dengan ekpedisi yang berikutnya ke daerah Ternate dan juga Tidore. Di daerah Maluku hubungan antara Portugis dengan Ternate semakin baik dan bahkan di tahun 1522 bangsa Portugis mendirikan benteng pertahanan Saint John di Ternate. Pada kedudukan yang kuat ini, kemudian bangsa Portugis menguasai kegiatan perdagangan rempah-rempah di wilayah Maluku.

Kedatangan Bangsa Spanyol

Jika bangsa Portugis lebih dekat dengan Ternate, namun berbeda dengan halnya Spanyol yang lebih tertarik bersekutu dengan Tidore. Di sinilah terjadilah persaingan yang ketat antara bangsa Portugis dan bangsa Spanyol di kawasan Maluku. Langkah yang diambil oleh Spanyol adalah membangun benteng di Tidore. Di tahun 1527 terjadilah peperangan antara Ternate yag dibantu oleh Portugis melawan Tidore yang dibantu oleh bangsa Spanyol. Benteng yang telah dibangun oleh Spanyol di Tidore tersebut bisa direbut oleh persekutuan antara Ternate dan Portugis.
Dengan persaingan tersebut maka Portugis dan Spanyol sadar akan kerugian yang ditimbulkan. Dalam rangka untuk mengatasi hal tersebut, maka di tahun 1534 Portugis dan Spanyol menyepakati adanya Perjanjian Saragosa. Adapun isi perjanjian saragosa adalah:
  • Maluku menjadi wilayah pengaruh dan kegiatan bangsa Portugis
  • Spanyol harus meninggalkan wilayah Maluku dan memusatkan diri di Filipina
Perjanjian saragosa tersebut semakin mengokohkan kedudukan dari bangsa Portugis di wilayah Maluku. Portugis juga mempunyai ambisi untuk menanamkan kekuasaan di Maluku. Oleh karena itulah rakyat dan raja Ternate lalu menentang Portugis.

Kedatangan Bangsa dari Inggris

Bangsa Inggris pada tahun 1600 mendirikan kongsi dagang yang bernama East Indian Company atau disingkat EIC. Hak-hak istimewa diberikan oleh pemerintah Inggris kepada EIC. Di abad ke-18, para pedagang Inggris telah banyak yang melakukan perdagangan di Indonesia. Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Perancis, Inggris selalu mengancam terhadap kedudukan bangsa Belanda di Indonesia. Thomas Stamford Raffles di tahun 1811, telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan bangsa Belanda di Indonesia. Untuk itu Raflles kemudian diangkat sebagai pemimpin Inggris di wilayah Indonesia, memberikan kesempatan terhadap penduduk Indonesia agar dapat melakukan perdagangan bebas. Tetapi, kekuasaan Inggris tetap saja bersifat menindas untuk bangsa Indonesia.

Kedatangan Bangsa Belanda

Kita lanjut ke perkembangan indonesia pada masa kolonial belanda. Keberhasilan dari bangsa Portugis dan Spanyol membuat bangsa Belanda juga berkeinginan mencari penghasil rempah-rempah. Pada tahun 1596 dipimpinan oleh Cornelis de Heutman orang-orang Belanda mendarat di daerah banten. Kedatangan dari Belanda tersebut pada mulanya diterima dengan baik. Tetapi oleh karena sikap dari mereka yang sombong dan kasar, maka orang-orang Belanda tersebut diusir dari wilayah Banten. Kemudian pada tahun 1598 datang lagi rombongan dari orang-orang Belanda yang dipimpinan oleh  van Nede dan van Heemskerck di Banten. Mereka bisa diterima baik-baik. Di tahun 1599 datang armada yang dipimpin Jacob van Neck di wilayah Maluku. Oleh karena rakyat Maluku pada saat itu sedang terjadi sengketa dengan bangsa Portugis, maka kedatangan orang-orang Belanda tersebut diterima dengan baik-baik. Kemudian orang-orang Belanda tersebut mendapatkan keuntungan yang sangat banyak.

Kongsi dagang bernama VOC atau kepanjangan dari Vereenigde Oost Indische Compagnie) didirikan pada tanggal 20 Maret tahun 1602. Adapun tujuan dari pendirian VOC antara lain
  1. Menghilangkan persaingan yang merugikan bagi para pedagang Belanda.
  2. Menyatukan tenaga dalam rangka untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan para pedagang  lainnya di Indonesia.
  3. Memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya dalam rangka untuk membiayai perang melawan bangsa Spanyol.
Adapun bentuk-bentuk aturan paksa VOC yang diterapkan di Indonesia antara lain:
  1. Melakukan monopoli dagang.
  2. Penjualan secara paksa hasil bumi kepada VOC.
  3. Pelayaran Hongi, yaitu wajib mendayung perahu VOC di perairan Maluku.
  4. Melakukan penebangan terhadap tanaman rempah-rempah milik rakyat.
  5. Diharuskan menanam kopi di wilayah rakyat Priangan.
  6. Pajak yang harus dibayarkan dengan hasil bumi.
  7. Adanya kewajiban untu menyerahkan upeti yang berupa hasil bumi kepada kepala daerah yang sudah menandatangani perjanjian dengan VOC.

Perkembangan Agama Nasrani Di Indonesia Pada Masa Kolonialisme Barat

Teman-teman masih ingat kan semangat tiga G?. Berkembangnya agama Nasrani tidak terlepas dari kedatangan dari bangsa Barat. Terdapat adanya perbedaan pendapat mengenai sejarah awal dari keberadaan penganut Nasrani yang ada di Indonesia. Pendapat yang pertama adalah bahwa sudah terdapat adanya orang Nasrani sebelum bangsa Barat datang di Kepulauan Indonesia, yaitu di abad ke-7 yang berdasarkan pada diketemukannya orang yang beragama Katholik di Barus dan di Sibolga. Hal ini diperkuat lagi pada abad ke-13 terdapat keberadaan dari penganut Nasrani di Sumatra Selatan, Jawa dan juga kalimantan.
Sedangkan untuk pendapat yang kedua adalah setelah kehadiran dari bangsa Barat. Pendapat yang kedua tersebut berdasarkan peristiwa pemandian terhadap penduduk di Halmahera pada tahun 1534 yang secara luas dipegang sebagai awal penasranian dari penduduk di Kepulauan Indonesia.
Proses dari penyebaran agama Kristen mulai berlangsung sejak kedatangan bangsa Portugis dan Spanyol di Indonesia, hal tersebut dikaitkan dengan motif agama (gospel). Selain wilayah Malaka dan Maluku yang merupakan wilayah pertama yang bersentuhan dengan agama Nasrani (Katholik), Raja Ternate (Tabarija) yang diasingkan oleh Portugis ke Goa di tahun 1535 merupakan pemeluk agama Nasrani semenjak dipengungsian. Perkembangan dari agama Katholik menjadi semakin pesat setelah rohaniawan dari Spanyol bernama Francisacus Xaverius (pendiri Orde Jesuit bersama Ignatius Loyolo) sekitar 1546-1547 melakukan kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat Ambon, Ternate dan juga masyarakat Morotai.
Kehadiran dari bangsa Belanda di Indonesia telah merubah peta pengkristenan di wilayah ini. Di wilayah Maluku sebagian besar penduduk berganti menjadi Calvinis yang tadinya merupakan pemeluk agama Katholik. Bahkan, VOC melarang adanya misi Katholik untuk melakukan kegiatan kegamaan. Walaupun sampai dengan awal abad ke-19 sebenarnya bangsa Belanda tidak secara resmi mendukung terhadap kegiatan penyebaran agama Protestan, namun proses “pengkristenan” terhadap penduduk lokal di berbagai wilayah di Indonesia tidak bisa terhindari.
Pada tahun 1619 Pendeta Hulsebos mendirikan jemaat untuk yang pertamanya di Jakarta. Pada perkembangannya di awal abad ke-18, jemaat Nasrani yang berada di bawah gereja Calvinis, bersama dengan orang Katholik kelompok gereja reformasi lainnya Romanstran dan Lutheran) dilarang. Baru pada tahun 1745 Gereja Lutheran diperbolehkan melaksanakan kegiatan naum  di bawah pengawasan dari tentara bayaran Jerman.
Baca juga : Perkembangan Pada Masa Islam Di Indonesia dan Perkembangan Masyarakat di Masa Hindu-Budha Di Indonesia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)
Kemudian memasuki abad ke-19 agama Nasrani mulai menyebar secara meluas ke berbagai wilayah di Indonesia. Pengangkatan dari Jacob Grooff sebagai uskup Katholik yang pertama kali di Indonesia di tahun 1845 menjadi perdebatan panjang pada kalangan pemeluk Nasrani yang memicu konflik antara gereja dan negara. Didasarkan pada peratruran yang berlaku semenjak tahun 1854 untuk para guru, rohaniawan dan juga misionaris Nasrani wajib mempunyai ijin khusus dari Gubernur Jenderal pada saat akan melakukan pekerjaan di wilayah Hindia Belanda. Daerah Ambon dan sekitarnya adalah menjadi hak eklusif gereja reformasi hingga tahun 1921. Daerah Batak juga begitu, menjadi daerah eklusif. Orang-orang Nasrani memulai kegiatan di Sipirok pada tahun 1861, sedangkan misionaris Katholik baru diperbolehan masuk di wilayah ini pada tahun 1928. Begitu juga untuk Papua yang dikuasai oleh Belanda, jemaat agama Katholik di Flores dan Timor bagian barat diserahkan kepada Serikat Sabda Allah.

*) Semua Materi IPS SMP dapat dilihat di : Rangkuman Materi Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII

Demikianlah artikel IPS tentang Perkembangan Masyarakat Pada Masa Kolonial Eropa (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII) di Aanwijzing, terimakasih.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.