4 Teknik Cara Mengubah Suara


Artikel yang terkait dengan judul :4 Teknik Cara Mengubah Suara

4 Teknik Cara Mengubah Suara √ Suara yang terdengar ditelinga kita ditentukan oleh ukuran dari pita suara dan ditentukan oleh faktor fisiologis yang lainnya. Kita dapat merubah nada dan volume suara walaupun tidak mungkin mengubah suara sepenuhnya dari tinggi ke rendah atau sebaliknya. Terdapat beberapa teknik merubah suara yang dapat kita lakukan untuk menghasilkan versi suara yang alami.

Cara Mengubah Suara

4 Teknik Cara Mengubah Suara

Daftar Isi Artikel:

A. Menyamarkan Suara

B. Menggunakan Teknologi untuk Mengubah Suara

C. Mengubah Cara Berbicara

D. Menghasilkan Suara Terbaik

***

A. Menyamarkan Suara

1. Cara Menyamarkan Suara Dengan Cara Menutup Lubang Hidung Pada Waktu Berbicara. Kita dapat merubah suara salah satunya dengan cara menutup hidung, caranya yaitu dengan  dan cara termudah untuk melakukannya adalah dengan menekan kedua sisi cuping hidung dan menutup lubang hidung. Kita juga bisa mendapatkan efek yang sama hanya dengan menghalangi napas yang masuk ke hidung melalui mulut.

Pada saat kita berbicara, aliran udara akan mengalir secara alami lewat kedua mulut dan hidung. Untuk membatasi jumlah udara yang keluar melalui hidung maka tutuplah hidung sehingga akan ada lebih banyak udara yang terperangkap di dalam tenggorokan dan mulut. Perubahan atas kadar dan tekanan udara akan menimbulkan pita suara bergetar secara berbeda sehingga suara akan mengalami perubahan.

2. Cara Menyamarkan Suara Dengan Berbicara dengan Ekspresi yang Berbeda-beda. Terlepas dari apa yang akan kita katakan, kita bisa mencoba berbicara sambil tersenyum atau berbicara sambil cemberut, kira kira terjadi perubahan suara tidak? Ekspresi bisa berpengaruh pada emosi dengan kata-kata yang diucapkannya, selain itu ekspresi akan mengubah pembentukan kata-kata kita, hal ini dikarenakan mulut kita berada di posisi yang berbeda.

3. Cara Menyamarkan Suara Dengan Meredam Suara Kita. Coba posisikan tangan atau sapu tangan di atas mulut kita pada saat berbicara, apa yang terjadi?. Hambatan dari tangan atau sapu tangan terhadap mulut akan menimbulkan efek suara yang lebih dramatis.

4. Cara Menyamarkan Suara Dengan Bergumam. Pada saat kita sedang bicara, keluarkan suara dengan tenang dan buka mulut kita sedikit saja pada waktu mengucapkan kata-kata.

Dengan bergumam akan mengubah cara pembentukan kata dan karakter bawaan suara kita. Pada saat bergumam, mulut lebih tertutup dari biasanya. Bunyi-bunyi tertentu akan dihasilkan oleh mulut yang hanya sedikit terbuka.

5. Cara Menyamarkan Suara Dengan Berbicara secara Monoton. Pada sebagian besar orang dalam berbicara secara alami akan berbicara dengan beberapa tingkat emosi. Teknik dan cara mengubah suara yaitu dengan tetap fokus untuk mempertahankan nada konsisten suara datar pada waktu kita sedang berbicara. Semakin kita sedikit emosi dalam berbicara maka suara kita akan terdengar lebih berbeda.

Cara yang paling gampang untuk melihat perbedaannya yaitu dengan menanyakan pertanyaan yang monoton. Pada saat kita melakukan pertanyaan, pada kebanyakan orang akan mengakhiri ucapannya dengan intonasi yang lebih tinggi. Pertanyaan yang sama bisa terdengar jauh menjadi berbeda at dengan suara yang datar, tanpa pergeseran nada akhir.

Namun apabila kita termasuk dalam orang yang berbicara dengan suara datar, maka berlatihlah berbicara dengan lebih bersemangat dan lebih emosional. Coba pikirkan terlebih dahulu dan ubah intonasi bicara pada waktu kita berbicara.

6. Berlatihlah Memakai Aksen Baru. Pilih aksen yang menarik dan pelajari cara-cara berbicara yang berbeda dengan yang biasa digunakan. Setiap aksen mempunyai sedikit perbedaan, oleh karenanya kita perlu benar-benar membiasakan diri dengan masing-masingnya supaya bisa berbicara secara lebih meyakinkan dalam aksen tersebut.

Medok merupakan karakteristik yang umum dari beberapa aksen atau logat dalam bahasa Indonesia yang dipengaruhi misalnya oleh bahasa Jawa (bahasa ibu penuturnya). Suara yang medok berarti suara dengan bunyi konsonan yang terdengar jelas dan tegas. Sedangkan untuk bunyi "è" adalah ciri khas aksen dalam bahasa Indonesia, yang dipengaruhi oleh bahasa Batak. Penutur bahasa Indonesia yang mempunyai bahasa ibu bahasa Batak umumnya memakai bunyi ini walaupun seharusnya bunyi yang tepat adalah bunyi "ê". Contohnya pada "sêpèda" terdengar "sèpèda".

B. Cara Mengubah Suara dengan Menggunakan Teknologi

1. Mencari program pengubah suara di ponsel pintar. Kita dapat menemukan banyak aplikasi diponsel misalnya kita menggunakan iPhone maka dapat mengunduhnya melalui Apple App Store, apabila ponselya dari Windows maka dapat dicari di Windows Marketplace atau apabila handphone kita menggunakan Android maka dapat didownload di Google Play.

2. Berbicaralah lewat perangkat lunak komputer. Kita bisa mencari program-program untuk unduh secara gratis atau bisa digunakan daring. Setelah program terpasang, maka masukkan kata-kata ke dalam kotak teks perangkat lunak tersebut dan tekan tombol pilihan "Play" untuk dapat membunyikan kata-kata yang ditulis dalam bentuk audio.

3. Memakai perangkat pengubah suara. Perangkat pengubah suara sulit ditemukan di toko-toko, namun kita bisa dengan gampang mencarinya melalui internet. Untuk masing - masing perangkat mempunyai cara kerja yang berbeda. Kita harus membaca secara teliti bagaimana petunjuk yang ada untuk penggunaan alat secara benar.

Baca juga : PANCA INDRA MANUSIA, BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSINYA

C. Mengubah Cara Berbicara

1. Cari tahu seperti apa suara kita terdengar. Apabila kita ingin membuat suara terdengar lebih tinggi atau dalam, mulailah dengan cara merekam untuk menentukan pendekatan yang dapat dipakai. Gunakan alat perekam untuk melakukan penyimpanan suara pada waktu kita berbicara pelan, keras atau pada saat kita bernyani. Pada hal apa kita akan merubah suaranya? Kita dapat mendengar suara kita apakah suara kita serak atau jelas, apakah mudah atau sulit untuk dapat memahami apa yang kita katakan, dll.

2. Berhenti berbicara lewat hidung. Tidak jarang orang mempunyai suara sengau yang mana suara sengau akan terdengar mempunyai nada yang lebih tinggi dari yang seharusnya, hal ini disebabkan karena tidak sempat beresonansi secara baik guna menghasilkan suara yang lebih dalam. Pada jenis suara sengau akan terdengar tidak jelas sehingga isi yang akan disampaikan menjadi sulit untuk dipahami. Berlatihlah untuk membuka mulut lebih lebar lagi pada saat berbicara, buka rahang dan ucapkan di mulut bukan di langit - langit. Apabila seseorang hidungnya mengalami penyumbatan karena alergi, maka perbanyak minumlah air, dan usahakan supaya saluran sinus lancar.

3. Jangan berbicara dari belakang tenggorokan. Untuk memperbaiki suara yang tinggi, tidak sedikit orang berbicara dari bagian belakang tenggorokan untuk menghasilkan nada dalam yang palsu. Pada waktu berbicara seperti ini, kita akan sulit mengeluarkan volume suara yang tepat sebab hasilnya adalah suara teredam yang sulit untuk dipahami. Selain dari pada itu, berbicara dari bagian belakang tenggorokan demi terdengar seolah-olah suara kita lebih dalam daripada yang sebenarnya akan menimbulkan kerusakan pada pita suara, menyebabkan sakit tenggorokan, dan membuat lama-kelamaan kehilangan suara. Kita dapat mencoba melakukan latihan dan olahraga yang bisa membuka suara, dengan demikian kita bisa lebih memanfaatkan seluruh rentangnya.

4. Keluarkan suara dari diafragma. Bernapas dalam-dalam dan mengeluarkan suara dari diafragma merupakan kunci untuk memperoleh suara yang terdengar penuh, mantap, dan juga kuat. Pada daat kita menarik napas secara dalam-dalam, bagian tubuh yang seharusnya bergerak naik turun yaitu perut, bukan dada. Keluarkan suara dari diafragma dengan menarik perut untuk mengembuskan napas pada waktu berbicara. Suara kita akan menjadi terdengar keras dan jelas pada saat bernapas dengan cara ini.

Pada waktu membuang napas, hembuskan semua udara yang ada dalam paru-paru. Setelah udara habis, paru-paru secara otomatis akan mulai menarik napas dalam-dalam, hal ini karena untuk memenuhi kebutuhan bernapas kita.

Tarik napas dengan nyaman kemudian ditahan napasnya sekitar 15 detik sebelum mengembuskannya. Secara bertahap, kemudian tingkatkan durasi waktu menahan napasnya hingga 20 detik, kemudian 30 detik, kemudian 45 detik, dan 60 detik. Bentuk latihan seperti ini akan melatih kekuatan diafragma kita.

5. Ubah pitch kita. Suara manusia dapat menghasilkan berbagai pitch. Berbicara dengan nada tinggi atau nada rendah mengubah suara untuk sementara.

Tulang rawan tenggorokan merupakan faktor yang utama mengubah pitch. Hal tersebut dikarenakan oleh tulang rawan yang bergerak naik dan turun di tenggorokan pada waktu menyanyikan "do, re, mi, fa, sol, la, si, do".

Menaikkan tulang rawan tenggorokan menaikkan pitch &menciptakan suara yang menjadi lebih feminin. Sebaliknya turunkan tulang rawan tenggorokan untuk menciptakan suara yang lebih maskulin.

Itulah teknik cara mengubah suara yang ketiga yang dapat dilakukan.


Baca juga : Tips Cara Memperbaiki Diri Sendiri

D. Menghasilkan Suara Terbaik

1. Menjaga pita suara kita. Sama seperti alat organ yang lainnya, pita suara perlu untuk dijaga sehingga tidak mengalami kerusakan dini. Apabila pita suara tidak dijaga secara baik, suara yang dikeluarkan dapat terdengar serak, berbisik, atau bahkan terdengar buruk. Cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pita suara antara lain dengan langkah seperti di bawah ini:

  • Tidak merokok. Rokok yang dihisap mempunyai efek yang sangat jelas pada suara, dan lama-kelamaan menjadikan suara kehilangan volume dan jangkauan nada. Oleh karena itu untuk segera berhenti merokok.
  • Menghindari minuman beralkohol. Mengonsumsi alkohol yang tinggi bisa menjadikan suara menjadi tidak sehat di usia dini.
  • Usahakan untuk menghirup udara yang bersih. Tips, apabila kita bertempat tinggal pada daerah yang termasuk di daerah yang tercemar, tanamlah rumah kita dengan tanaman yang dapat membersihkan udara, dan sering-seringlah keluar kota untuk menghirup udara segar sesering mungkin.
  • Tidak sering berteriak. Apabial kebetulan kita menjadi penggemar berat musik hardcore atau kadang-kadang berteriak, dan perlu diketahui bahwa penggunaan suara seperti itu bisa menimbulkan ketegangan. Tidak sedikit penyanyi pernah mengalami radang tenggorokan dan gangguan suara lainnya karena penggunaan pita suara yang berlebihan.

2. Periksa tingkat stres. Pada saat mengalami stres atau terkejut, otot-otot yang mengelilingi tenggorokan menjadikan suara bernada tinggi muncul. Apabila gugup secara terus menerus, cemas dan stres, pitch yang lebih tinggi ini akan menjadi suara sehari-hari Anda. Kita perlu melakukan sesuatu yang dapat menenangkan diri sehingga emosi menjadi stabil dan suara asli kita dapat pulih kembali.

Kita dapat mencoba dengan cara mengambil napas dengan dalam-dalam sebelum berbicara. Selain efek menenangkan, cara ini akan mempersiapkan diafragma, dengan demikian akan meningkatkan kualitas suara kita.

Selain itu kita dapat mengambil waktu selama 10 detik untuk berpikir sebelum bereaksi. Pada saat kita memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk berpikir sebelum bereaksi gugup atau terkejut, kita akan lebih mempunyai kemampuan untuk mengendalikan suara. Pikirkan, telan ludah yang terkumpul, dan kemudian baru bicara, sehingga suara yang keluar akan terdengar lebih mantap dan lebih rilek.

3. Berlatih bernyanyi. Dengan bernyanyi dan diiringan musik atau vokal lainnya merupakan cara yang baik untuk meningkatkan jangkauan pitch dan mmelihara pita suara kita dalam keadaan yang baik. Kita bisa melakukan latihan bernyanyi secara bersama-sama untuk lagu-lagu yang berada di luar jangkauan vokal kita. Setiap saat kita bernyanyi bersama, cobalah untuk menyesuaikan suara kita dengan nada dan pitch dari penyanyi yang aslinya, sedekat mungkin tanpa menimbulkan ketegangan pada suara kita.

Demikian artikel yang berjudul 4 Teknik Cara Mengubah Suara yang semoga dapat memberi manfaat. Terimakasih telah berkunjung di bloh Aanwijzing.Com.

Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.