Tata Surya (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)


Artikel yang terkait dengan judul :Tata Surya (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

Tata Surya (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9) ✓ Bersyukurlah kita kepada Allah bahwa alam sekitar kita begitu indah, penciptaan atas apa - apa yang ada di langit dan di bumi sangatlah indah dan sempurna. Pada malam hari akan terlihat bintang - bintang yang berkerlip dan di siang hari digantikan dengan bintang raksasa yaitu matahari. Pernahkah kita berfikir tentang awal penciptaan alam raya ini menurut ilmu pengetahuan? Simak terus pembahasan mengenai tata surya ini.

Daftar Isi

1. Tata Surya
5. Penjelajahan Ruang Angkasa

Tata Surya (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9)

tata surya

1. Tata Surya

Para astronom percaya bahwa mulainya ruang, waktu, dan materi yang ada di alam semesta ini adalah berasal dari suatu ledakan besar yang dikenal demga sebutan Big Bang. Alam semesta mengembang secara cepat dalam beberapa tahun pertama sejak terjadinya ledakan besar tersebut yang temperatur suhunya sangat tinggi. Gumpalan dari gas dan debu yang terjadi kemudian membentuk awan raksasa yang berputar mengelilingi pusat jagat raya ini. Seiring waktu suhunya mengalami penurunan, gumpalan gas dan debu tersebut menjadi membeku dan membentuk partikel-partikel penyusun benda-benda langit dan planet-planet. Selanjutnya benda - benda langit tersebut membentuk susunan dalam sebuah galaksi. Terdapat ribuan galaksi dalam alam raya ini, termasuk di dalamnya yaitu galaksi Bima Sakti, tempat sistem tata surya kita ini. Pusat dari tata surya kita adalah Matahari yaitu sebagai pusat edar planet-planet dan anggota tata surya lain. Anggota tata surya terdiri atas Matahari, 8 planet, Satelit - satelit planet, Asteroid, Meteorit, dan Komet. Berikut adalah nama - nama planet anggota tata surya berdasarkan jarak dari Matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet-planet tersebut dikelompokkan atas dasar sifat atau acuan tertentu.


Pengelompokan planet berdasarkan garis edar bumi dapat dikelompokkan menjadi planet inferior dan planet superior. Pengertian planet inferior adalah planet - planet yang berada di antara garis edar bumi dan Matahari, sedangkan pengertian planet superior adalah planet-planet yang beredar di luar garis edar bumi. Pengelompokan planet berdasarkan berdasarkan letaknya terhadap sabuk Asteroid, planet-planet dikelompokkan menjadi planet dalam (inner planets) dan planet luar (outer planets). Pengertian planet dalam adalah planet-planet yang berada di antara sabuk Asteroid dan Matahari. Sedangkan pengertian planet luar adalah planet-planet yang berada di bagian luar sabuk Asteroid. Selain itu pengelompokan planet berdasarkan ukuran dan kemiripannya dengan planet Bumi. Merkurius, Venus, dan Mars disebut planet kebumian (terrestrial planets) hal tersebut disebabkan karena berukuran kecil serta permukaannya rapat dan padat. Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus disebut juga planet besar (major planets), hal tersebut dikarenakan bentuknya yang besar. Seperti halnya Matahari, keempat planet besar tersebut sebagian besar unsurnya terdiri atas hidrogen dan helium serta memiliki permukaan bersuhu tinggi.

a. Bentuk Garis Edar Planet

Planet-planet beredar mengitari matahari yang mana garis edarnya berbentuk elips. Yang kemudian garis edar tersebut dikenal dengan sebagaian orbit. Setiap planet akan lebih dekat ke Matahari pada suatu waktu tertentu dibandingkan dengan waktu-waktu lainnya. Titik pada orbit pada waktu sebuah planet berada paling dekat dengan Matahari disebut sebagai titik perihelium. Sedangkan untuk titik pada orbit saat sebuah planet berada paling jauh dengan matahari disebut sebagai titik aphelium.
Titik perihelium dan titik aphelium planet
Mengapa planet-planet yang ada bisa beredar mengelilingi matahari? Matahari dan planet-planet menghasilkan gaya tarik menarik. Sebab matahari mempunyai massa yang jauh lebih besar dari pada planet-planet yang ada maka gaya tarik atau gaya gravitasi inilah yang menjadikan planet-planet terikat sehingga tetap pada orbitnya. Satu planet bisa dibandingkan dengan planet yang lainnya dari: a. jarak rata - rata dari matahari
b. garis tengah
c. massa
d. massa jenis
e. periode rotasi
f. periode revolusi.

Data Perbandingan Antarplanet
Data Perbandingan Antarplanet

Hasil Perbandingan Antarplanet

b. Jenis-Jenis Planet

1). Merkurius

Planet merkurius jaraknya lebih dekat ke matahari daripada bumi. Pada permukaan planet merkurius yaitu berbatu-batu dengan suhu mencapai 450°C. Permukaan planet merkurius hampir sama dengan permukaan bulan. Planet merkurius mempunyai densitas tertinggi di antara planet yang lainnya.

2). Venus
Planet venus mempunyai ukuran dan komposisi yang mirip dengan planet bumi. Planet venus berbeda dari planet yang lain sebab berotasi dengan arah yang terbalik. Oleh karena lapisan atmosfer yang tipis dan juga jaraknya yang dekat dengan matahari, maka tidak ditemukan adanya air di planet venus.

3). Bumi
Planet Bumi

Planet bumi yaitu planet tempat kita berada, dan sekitar 2/3 bagiannya adalah terdiri dari air. Permukaan bumi tidak begitu terlihat jelas oleh karena tebalnya atmosfer dan awan putih yang menutupi permukaannya.

4). Mars
Planet Mars

Planet mars dikenal sebagai planet merah, hal ini karena permukaan planet tersebut yang terlihat seperti pasir merah pada malam hari. Atmosfer mars yang tipis mengandung unsur-unsur karbon dioksida (95,4 %), nitrogen, uap air, dan lain-lain.

5). Jupiter

Planet jupiter adalah planet terbesar dalam tata surya. Planet tersebut mempunyai 16 Satelit. Sabuk awan berputar-putar menutupi permukaan planet jupiter yang terdiri darii campuran gas dan cairan.

6). Saturnus
Planet Saturnus

Planet saturnus mirip dengan planet jupiter. Planet saturnus dilingkari oleh pita-pita awan yang berbentuk mirip cincin. Planet saturnus mempunyai jumlah satelit paling banyak dibandingkan dengan planet yang lain.

7). Uranus
Planet Uranus

Atmosfer pada planet uranus terlihat biru, hal tersebut karena awan gas metana menutupi sinar merah

8). Neptunus
Planet Neptunus
Planet neptunus mempunyai atmosfer hidrogen yang berwarna biru mencolok dan awan gas metana. Neptunus mempunyai inti dari batuan sebesar planet bumi. Planet ini memiliki 3 cincin dan  8 Satelit.

c. Benda Langit Lainnya

1). Satelit
Satelit adalah benda langit yang beredar mengelilingi matahari dan planet induknya. Selain dari pada planet merkurius dan venus, planet lainnya mempunyai satelit sendiri dengan jumlah tertentu. Seperti halnya planet, satelit juga berputar pada sumbunya. Banyaknya jumlah satelit setiap planet berbeda-beda, dan berikut nama-nama satelit untuk setiap planet :
Nama Satelit Planet

2). Komet
Pada saat teman - teman melihat ke angkasa, pernahkah melihat benda seperti bintang berekor sedang melintas? Benda tersebut merupakan sebuah komet. Kata komet adalah berasal dari kata Latin yang memiliki arti rambut sebab ekor komet yang nampak seperti halnya rambut. Komet adalah salah satu benda langit yang berukuran kecil, seperti halnya Asteroid, namun mempunyai komposisi yang berbeda. Materi penyusun komet terdiri dari zat padat, debu, es, dan gas yang mudah menguap.
Benda langit ini mengitari matahari dengan garis edar yang mempunyai bentuk elips yang lebih lonjong. Pada saat lintasan komet mendekati matahari, panas matahari membuat suhu komet menjadi naik dan material penyusunnya menjadi terbakar. Partikel yang menguap akan nampak di angkasa seperti ekor. Edmond Halley (1656–1742) merupakan ilmuwan pertama yang membuktikan bahwa komet beredar mengelilingi matahari. Edmond Halley melakukan pengamatan pada sebuah komet yang tampak pada 1531 dan terlihat kembali pada 1607.
Komet Halley
Pada tahun 1682 komet yang sama terlihat kembali. Komet tersebut kemudian dinamakan komet halley sebagai sebuah penghargaan terhadap penemunya. Komet Halley terakhir kali terlihat pada tahun 1986.

3). Asteroid
Asteroid
Pengertian asteroid adalah benda angkasa yang terbesar yang mempunyai ukuran beberapa ratus kilometer hingga yang terkecil dengan ukuran kurang dari satu kilometer. Pada umumnya asteroid beredar mengelilingi matahari dengan orbit di antara planet Mars dan planet Jupiter. Kumpulan asteroid yang beredar dalam lintasan utama tersebut disebut sebagai sabuk asteroid. Benda angkasa ini terlihat dalam jumlah yang tidak begitu banyak dan beredar di luar lintasan utama. Asteroid yang dinamakan Apollo beredar mengelilingi matahari dan memotong garis edar bumi. Asteroid terbesar yang diketahui dinamakan Ceres (yang diambil dari nama dewi pertanian bangsa Romawi) yang mempunyai diameter kurang lebih 750 km.

4). Meteorid, Meteor, dan Meteorit
Pernahkah teman - teman melihat cahaya berkelip di langit malam hari yang cerah? Benda langit yang teman - tema lihat tersebut adalah sebuah meteor. Meteorid atau bintang jatuh merupakan asteroid atau komet yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Meteor tersebut bergesekan dengan lapisan atmosfer maka muncul panas sehingga meteor menjadi berpijar. Secara umum meteor akan habis terbakar sebelum mencapai permukaan bumi. Meteor yang mencapai permukaan bumi disebut sebagai meteorit. Sebuah meteorit sangat besar yang pernah jatuh ke bumi membentuk kawah berdiameter kurang lebih 1.265 m dengan kedalaman kira - kira 190 m yang berda di Arizona, Amerika Serikat.

2. Matahari

a. Pengertian Matahari sebagai Bintang

Matahari merupakan pusat tata surya. Matahari adalah salah satu bintang dari sekitar 100 milyar bintang dalam kelompok rasi bintang Bima Sakti yang ada. Bintang lainnya yang paling dekat bernama Alpha Centauri yang jaraknya kira - kira 40.000 milyar kilometer dari Bumi. Walaupun kelihatannya matahari kecil apabila dilihat dari bumi, sebenarnya matahari sangat besar karena mempunyai diameter 109 kali lebih besar daripada diameter bumi. Matahari dan bumi mempunyai jarak kira - kira sekitar 150 juta Km, olehkarenanya cahaya matahari membutuhkan waktu 8 menit 20 detik untuk bisa sampai ke permukaan bumi dengan kecepatan 300 juta meter per detik. Matahari bukan merupakan bola api, akan tetapi bola gas yang berpijar. Unsur penyusun dari matahari yang paling banyak yaitu hidrogen sebanyak 73%. Di matahari terjadi reaksi fusi, yaitu suatu reaksi penggabungan dua atom atau lebih inti ringan menjadi suatu inti baru. Sebagai akibat reaksi nuklir tersebut, maka terbentuk energi kalor yang sangat besar dari adanya perubahan massa. Albert Einstein, merupakan seorang ilmuwan yang berkebangsaan Jerman, menyatakan sebuah teori tentang perubahan massa menjadi energi dengan persamaan seperti berikut:
rumus energi
Energi matahari apakah suatu saat akan habis atau bagai mana? Matahari pada suatu saat akan mengerut dengan bertambahnya massa dan berkurangnya hidrogen sebagai sumber energi matahari.

b. Lapisan-Lapisan Matahari

Urutan lapisan matahari dimulai dari bagian yang paling dalam hingga terluar adalah sebagai berikut:
  • inti matahari
  • fotosfer
  • kromosfer
  • korona
Inti matahari memiliki diameter kira - kira 10% dari diameter matahari dan suhunya sangat panas yaitu sekitar 15 juta°C. Sumber energi dari matahari yaitu berada dalam lapisan inti matahari dan merambat ke luar melalui lapisan berikutnya dengan cara diradiasikan, kemudian dikonveksikan. Permukaan matahari yang nampak apabila kita melihat matahari sebetulnya adalah lapisan fotosfer. Bagian terdalam dari lapisan fotosfer memiliki suhu lebih kurang 5.500°C dan semakin berkurang untuk bagian luarnya. Energi kalor yang sangat tinggi menjadikan gas pada lapisan tersebut terlihat bergejolak. Lapisan di atas lapisan fotosfer yaitu lapisan kromosfer yang merupakan lapisan terdalam dari lapisan atmosfer matahari dan berjarak kira - kira 12.000 km. Bagian korona atau mahkota akan terlihat oleh mata telanjang pada waktu terjadi gerhana matahari total yaitu bagian yang berwarna putih perak. Korona bisa dilihat menggunakan koronagraf tanpa menunggu adanya gerhana matahari total.

c. Aktivitas Matahari

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ahli di lapisan fotosfer akan nampak aktivitas, seperti noda hitam atau bintik hitam matahari (sunspot), granula, dan pakula fotosfer, serta lidah api (prominensa). Noda hitam (sunspot) merupakan bagian lapisan fotosfer yang terlihat hitam sebab suhunya yang lebih dingin jika dibandingkan dengan suhu daerah sekitarnya dan terlihat melingkar menuju satu titik. Noda matahari terjadi sebagai akibat aktivitas magnetik yang berlawanan. Aktivitas magnetik menarik permukaan matahari hingga terjadi bintik matahari. Granula fotosfer merupakan aktivitas yang terjadi pada permukaan fotosfer matahari yang terlihat seperti daerah yang cerah dan bercahaya, sedangkan pakula nampak seperti butiran-butiran yang dipisahkan oleh suatu batas. Pada lapisan terluar atmosfer matahari (korona) terdapat aktivitas gas yang menyembur keluar dengan dahsyat. Aktivitas tersebut disebut lidah api (prominensa). Lidah api yang apabila dilihat dari bumi berwarna kemerah-merahan bisa menyembur lebih dari 480.000 km dari permukaan matahari. Radiasi energi matahari tersebut memancarkan partikel-partikel ke ruang angkasa. Energi cahaya yang diradiasikannya adalah berupa cahaya ultraviolet, infra merah, dan sinar-X. Karena terdapat lapisan atmosfer, maka cahaya matahari tidak langsung masuk ke permukaan bumi oleh karenanya energi gelombang matahari tersebut tidak merusak ekosistem dan kelangsungan makhluk hidup. Radiasi gelombang sinar ultraviolet sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan manusia, hal tersebut bisa menyebabkan mutasi. Akan tetapi, dengan adanya lapisan ozon pada lapisan atmosfer, radiasi yang ada bisa tertahan. Kumpulan partikel-partikel yang terperangkap oleh medan magnetik bumi disebut sabuk Van Allen. Partikel-partikel pada sabuk tersebut menumbuk atmosfer bumi di bagian kutub bumi yang kemudian akan menimbulkan cahaya terang yang disebut aurora. Apabila aurora yang terlihat di bagian selatan disebut aurora Australis dan yang terlihat di bagian utara disebut aurora Borealis.

d. Manfaat Energi Matahari bagi Kehidupan

Kelangsungan hidup makhluk sangat bergantung pada energi matahari. Tanpa adanya energi matahari semua kehidupan yang ada di bumi (manusia, hewan, dan tumbuhan) akan menjadi musnah. Dengan adanya matahari, maka makhluk hidup bisa mendapatkan makanan yang berasal dari tanaman. Energi kimia yang  terkandung dalam tumbuhan hijau berasal dari proses fotosintesis, yaitu suatu proses yang melibatkan energi  matahari, karbon dioksida, dan juga air. Baik secara langsung ataupun tidak langsung manusia memanfaatkan matahari sebagai sumber energi. Secara langsung cahaya matahari misalnya dimanfaatkan untuk mengeringkan baju, mengeringkan bahan makanan, proses pembuatan garam dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, energi matahari dimanfaatkan misalnya untuk pembangkit energi listrik, dan lain sebagainya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada waktu sekarang ini telah dimungkinkan energi matahari bisa disimpan pada suatu sel surya.
sel surya
Energi dalam sel surya tersebut dalam kehidupan sehari-hari dapat dipakai untuk berbagai macam kebutuhan manusia misalnya untuk memanaskan air, alat penghitung (kalkulator), dan penggerak mobil. Jika dibandingkan dengan sumber energi yang lain, energi yang berasal dari matahari tersebut tidak merusak terhadap lingkungan.

3. Bumi sebagai Planet

Sejak tahun 1960 bumi yang kita tinggali ini telah bisa diambil gambarnya dari ruang angkasa. Dari hasil pemotretan melalui satelit, Bumi terlihat sebagai bola biru yang diselimuti oleh gumpalan - gumpalan awan yang besar. Dengan pengamatan dengan jarak yang lebih dekat, terlihat adanya bentuk permukaan yang berupa bentuk benua, pegunungan besar, sungai-sungai dan juga berupa gedung-gedung bertingkat.

a. Bentuk dan Ukuran Bumi

Bentuk bumi yaitu bola agak pipih. Garis tengah bumi pada khatulistiwa adalah 12.756,32 Km, sedangkan untuk jarak antarkutubnya adalah 12.713,54 km. Terdapat lapisan udara yang menyelimuti bumi yang disebut atmosfer. Untuk tebal atmosfer kira - kira 16.000 Km dari permukaan bumi. Atmosfer mempunyai lapisan - lapisan, untuk lapisan atmosfer yang paling bawah yaitu troposfer, tempat makhluk hidup di bumi ini. Lapisan di atas troposfer terdapat lapisan yang namanya stratosfer, mesosfer, dan lapisan termosfer pada lapisan terluar.  Lapisan atmosfer semakin ke atas, lapisan udaranya semakin tipis dan juga suhunya semakin dingin.

Permukaan bumi sekitar 71% adalah berwujud perairan. Seluruh perairan, termasuk juga lapisan es dinamakan hidrosfer. Perairan sangat penting pada kehidupan hayati yang ada. Daratan yang terluas disebut benua. Macam - macam bentuk permukaan bumi antara lain berupap egunungan, bukit, lembah, dataran tinggi, dan dataran rendah. Benua dan dasar samudra merupakan batuan yang membungkus bumi. Kulit ini disebut kerak bumi. Perubahan permukaan bumi disebabkan oleh sebab adanya pelapukan, erosi, gerakan massa bumi, dan juga perubahan pada kerak bumi. Pelapukan terjadi karena pecahnya batuan oleh air, es, bahan kimia, tumbuhan, dan perubahan suhu. Erosi merupakan gabungan antara pelapukan dan perpindahan hasil pelapukan.

Baca juga : Perubahan Benda

Air, angin, dan es yang bergerak (gletser) adalah penyebab utama dari erosi. Perubahan permukaan bumi sebagai akibat adanya perpindahan massa terdiri dari pergerakan gletser, tanah longsor, atau lumpur longsor. Pergerakan kerak bumi terdiri atas gempa bumi dan letusan gunung berapi.

b. Gaya Tarik Bumi dan Pengaruhnya

Gravitasi atau gaya tarik diakibatkan karena gaya timbal balik antara massa benda-benda, misalnya antara bumi dan bulan. Gaya gravitasi tersebut akan mempertahankan benda-benda langit supaya tetap berada di garis edarnya masing-masing. Massa bumi yaitu kira - kira 5.976 × 1021 Kg dan volumenya kira - kira 1.083.230 × 106 Km3. Massa jenis rata-rata bumi yaitu 5,5 × 103 Kg/m3. Bumi juga mempunyai gaya gravitasi dan karenan adanya gaya gravitasi ini menjadikan benda yang ada di bumi mempunyai bobot. Besarnya gaya gravitasi bumi untuk pertma  kalinya dirumuskan oleh Newton dan diukur untuk pertma kalinya oleh Cavendish. Penyempurnaan nilai tetapan gravitasi yang dilakukan lewat beberapa kali percobaan dan memberikan hasil tetapan gravitasi yaitu (G) = 6,67 × 10-11 Nm2/kg2

c. Rotasi Bumi

Tiga cara bumi bergerak, yaitu :
  • bergasing atau berotasi (bumi berputar pada porosnya). Untuk kecepatan putaran yaitu 23 jam 56 menit 4,09 detik. Gerakan ini menyebabkan benda - benda yang ada di langit terlihat terbit di arah timur dan terbenam di arah barat.
  • berotasi atau mengitari matahari bersama-sama dengan Bulan, dengan menempuh jarak 958 juta kilometer dengan waktu tempuh 365 hari 6 jam 9 menit 9,54 detik.
  • bersama - sama dengan anggota tata surya yang lainnya bergerak dalam galaksi Bima Sakti.
Apabila kita sedang naik bus dari arah barat ke timur, seolah - olah pohon dan rumah - rumah yang ada di pinggir jalan yang bergerak dari timur ke barat. Gerak pohon dan rumah merupakan gerak semu karena pohon dan rumah tidak bergerak melainkan bus yang sebenarnya bergerak. Peristiwa tersebut sama dengan benda - benda yang ada di langit yang seolah - olah benda - benda langit yang bergerak, padahal bumi yang berotasi dari barat ke timur. Adanya rotasi menjadikan terjadinya siang dan malam.

Rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam. Pada belahan bumi yang terkena sinar matahari berarti mengalami siang dan belahan bumi yang tidak terkena sinar matahari berarti sedang malam hari. Waktu siang dan malam pada setia tempat tidak sama, bergantung pada garis bujur dan garis lintang daerah tersebut. Ada wilayah yang waktu siangnya lebih lama jika dibandingkan dengan waktu malamnya, dan begitu juga untuk sebaliknya. Di daerah kutub utara dan di kutub selatan, matahari tidak terlihat. Teman - teman tahu penyebabnya kan? Rotasi juga menyebabkan terjadinya perbedaan waktu dan penanggalan. Kota Greenwich yang letakya di dekat kota London, Inggris telah ditetapkan sebagai garis bujur standar 0°. Perbedaan garis bujur 1° menyebabkan terjadinya perbedaan waktu 4 menit. Pada wilayah yang berada sebelah barat bujur 0° waktunya dikurangi dan di daerah yang letaknya sebelah timur bujur 0° waktunya ditambah.

d. Revolusi Bumi

Selain bumi berotasi pada sumbunya, bumi juga terjadi gerak revolusi, yaitu beredar mengelilingi matahari. Seorang ahli meteorologi Kroasia yang bernama Milutin Milankovich pada 1941 menyatakan bahwa perubahan posisi orbit bumi dalam mengelilingi matahari menyebabkan terjadinya perubahan iklim jangka panjang. Di Indonesia yang letaknya berada di garis khatulistiwa hanya mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Untuk pergantian musim di belahan bumi bisa dijelaskan seperti yang berikut ini. Pada tanggal 21 Juni, posisi matahari berada tepat tegak lurus pada garis balik utara. Di belahan bumi utara sedang terjadi musim panas sedangkan pada belahan bumi selatan terjadi musim dingin. Semua wilayah di belahan bumi selatan mengalami siang hari lebih pendek daripada malam hari. Kemudian pada tanggal 23 September, posisi matahari berada tegak lurus di khatulistiwa. Pada belahan bumi utara terjadi musim gugur dan di belahan bumi selatan terjadi musim dingin. Selanjuutnya pada tanggal 22 Desember, posisi matahari tegak lurus di garis balik selatan. Di belahan bumi selatan terjadi musim panas sedangkan untuk belahan bumi utara terjadi musim dingin. Pada tanggal 21 Maret, posisi matahari berada tepat di khatulistiwa. Belahan bumi selatan mengalami musim gugur dan untuk belahan bumi utara mengalami musim semi.

e. Kalender Surya atau Kalender Masehi

Perhitungan kalender surya didasarkan pada perputaran bumi mengelilingi matahari, perputaran bumi pada porosnya adalah 1 hari oleh karenanya bisa dihitung satu tahun sama dengan 365,25 hari. Sistem penanggalan tersebut dipakai oleh bangsa Romawi pada abad ke-5 SM dan dinamakan sistem kalender masehi atau kalender julian. Pada sistem kalender tersebut, tahun yang nilai tahunnya habis dibagi empat dinamakan tahun kabisat sedangkan untuk yang nilai tahunnya tidak habis dibagi empat disebut tahun basit.

4. Bulan

Seperti yang sudah di jelaskan bahwa bulan merupakan satelit bumi pada sistem tata surya. Apabila bulan dilihat dari permukaan bumi, pada waktu - waktu tertentu, bulan adalah benda langit yang terlihat paling terang di malam hari.
bulan

a. Permukaan Bulan

Menurut hasil penelitian yang dilakukan bahwa garis tengah bulan sekitar 1/400 diameter bumi. Tahukah mengapa bulan terlihat hampir sama dengan besarnya matahari? Karena bulan jaraknya dengan bumi lebih dekat apabila dibandingkan dengan jarak bumi ke matahari. Di bulan tidak terdapat udara dan air olehkarenanya tidak ada kehidupan dan langit selalu terlihat hitam. Hampir tidak ada perubahan berupa pelapukan dan pengikisan, bentuk bulan cenderung tidak berubah selama milyaran tahun. Pada tanggal 20 Juli 1969, Neil Amstrong yang merupakan seorang astronot dari Amerika mendarat di bulan. Mulai saat itu para ilmuwan meyakini bahwa manusia bisa menjelajahi luar angkasa dan kembali ke bumi dengan selamat. Pada waktu itu para ilmuwan hanya bisa melihat (meneropong) dari bumi sekitar 59% saja permukaan bulan. Dan permukaan yang lain sekitar 41% baru bisa diketahui pada tanggal 7 Oktober 1959, berkat gambar kiriman pesawat ruang angkasa Rusia yang mengitari bulan. Astronaut Apollo 8 menyaksikan bagian punggung bulan pada tanggal 24 Desember 1968. Para ilmuwan pada awalnya menyangka bahwa permukaan dari bulan tertutup oleh air yang dinamakan maria (bentuk jamak air, mare, yang artinya lautan). Akan tetapi dengan menggunakan teropong hasil karya Galileo membuktikan bahwa alur keabu-abuan tersebut bukanlah air, akan tetapi dibentuk oleh daratan tinggi dan lembah yang lebar dan terdiri atas batu-batuan yang berlapis lava tipis. Banyak terdapat kawah pada permukaan bulan. Jumlahnya kira - kira sekitar 30 biliun kawah yang diameternya sekitar tiga puluh sentimeter sampai dengam puluhan kilometer. Setengah juta di antaranya memiliki diameter sekitar 1,6 kilometer. Milyaran kawah tersebut diakibatkan banyaknya meteorit yang berjatuhan dari angkasa luar yang berkecepatan tinggi kemudian menabrak permukaan bulan. Hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi pada bumi, meteor yang berasal dari angkasa yang memasuki bumi biasanya akan hancur sebelum mencapai permukaan bumi, hal tersebut disebabkan karena bergesekan dengan atmosfer bumi. Di bulan terdapat kawah Copernicus, yang lebarnya sekitar 90 Km dengan kedalaman 3.352 Km. Di dalam kawah itu terdapat gunung dengan puncak setinggi  5 km di atas lantai kawah. Di permukaan bulan juga terdapat adanya lembah yang sempit memanjang dengan berbentuk lurus. Lembah tersebut terbentuk karena retakan atau runtuhan pada permukaan bulan. Terdapat juga lembah yang berkelok-kelok, penyebabnya adalah aliran lava pada saat pembentukan bulan.

b. Rotasi dan Revolusi Bulan

Bulan berotasi pada porosnya seperti halnya yang terjadi pada bumi. Selain dari pada itu, bulan beredar bersama dengan bumi mengelilingi matahari (berevolusi) dengan waktu 365,25 hari. Sebetulnya, peredaran bulan yaitu dari barat ke timur, namun jika dilihat dari bumi akan terlihat bahwa bulan terbit di sebelah timur dan terbenam di sebelah barat. Hal tersebut disebabkan oleh rotasi bumi yang lebih cepat dibandingkan dengan rotasi bulan. Hal tersebut juga menjadikan bulan selalu terlambat terbit setiap harinya kira - kira 1 jam. Lengkungan besar edar bulan mempunyai jarak terpendek ke bumi (perigeum) 354.336 km dan jarak terjauh dari bumi (apegeum) 404.302 km. Bulan beredar mengelilingi bumi sebagai akibat gaya tarik bumi dan bersama dengan bumi bergerak mengelilingi matahari karena adanya gaya tarik matahari. Jangka waktu antara bulan baru ke bulan baru berikutnya, yang dikenal dengan bulan jawa atau bulan sinodik yaitu sekitar 29,5 hari. Waktu tersebut dihitung dari posisi kembalinya bulan sesudah mengitari bumi ke posisi semula relatif terhadap matahari. Namun apabila dilihat posisi relatifnya terhadap bintang yang jauh, bulan lebih cepat kembali ke posisi semula, yaitu setelah 27,33 hari. Jangka waktu tersebut disebut satu bulan sideral (sideris). Selisih waktu yang terjadi disebabkan oleh edaran bumi mengelilingi matahari.

c. Fase-Fase Bulan

Teman - teman sering mendengar istilah bulan purnama, bulan sabit, ataupun malam yang cerah tanpa bulan kan?. Apakah maksud dengan istilah-istilah itu. Karena posisi antara matahari, bumi, dan bulan relatif mengalami perubahan secara berkala, pada malam hari bulan terlihat mempunyai bentuk yang berubah-ubah. Perubahan penampakan bulan jika dilihat dari bumi disebut fase-fase bulan, Berikut fase - fasenya tersebut:
fase bulan
Pada fase pertama, Bulan tidak terlihat seluruhnya karena sisi gelap bulan menghadap ke Bumi. Fase ini dinamakan bulan baru. Pada saat itu Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam posisi sejajar. Bentuk bulan seperti sabit mulai terlihat pada hari-hari berikutnya. Pada pekan pertama, sisi bulan yang diterangi Matahari semakin bertambah sehingga tampak bulan separuh. Sepekan setelah bulan separuh,
posisi Matahari, Bumi, dan Bulan terlihat penuh. Fase inilah yang disebut dengan bulan purnama. Seterusnya, permukaan bulan tampak mulai menyusut kembali sehingga menjadi bulan separuh, lalu kembali menuju fase bulan baru.

d. Gerhana

Sebagai akibat dari gerak bumi mengelilingi yang matahari dan gerak bulan yang juga mengelilingi bumi, cahaya matahari akan terhalang oleh bulan atau bumi. Hal tersebut yang menjadikan matahari tidak terlihat jika dilihat dari permukaan bumi sebab terhalang oleh bayangan bulan yang disebut gerhana matahari. Penampakan bulan di malam hari akan terhalang oleh bayangan bumi sehingga bulan tidak terlihat yang kemudian disebut sebahgai gerhana bulan.

a. Gerhana Bulan
Gerhana bulan akibatkan oleh posisi relatif bulan, bumi, dan matahari. Gerhana bulan terjadi pada waktu posisi matahari dan bumi berada dalam garis sejajar dengan demikian bulan memasuki daerah bayangan bumi yang terbentuk akibat penyinaran matahari. Gerhana bulan bisa berupa gerhana bulan sebagian ataupun gerhana bulan total.

Gambar posisi matahari, bumi dan Bulan
Gerhana Bulan
Gerhana bulan sebagian terjadi apabila tidak seluruh permukaan bulan memasuki daerah umbra atau bulan hanya memasuki daerah penumbra. Apabila seluruh permukaan bulan memasuki daerah umbra, maka yang terjadi adalah gerhana bulan total.

b. Gerhana Matahari
Pada waktu matahari, bumi, dan bulan berada dalam posisi yang sejajar, posisi bulan berada di antara Matahari dan Bumi, maka akan terjadi gerhana matahari. Bayangan bulan akan menutupi dari cahaya matahari olehkarenanya pada tempat tertentu matahari tidak bisa dilihat dari bumi sebab terhalang oleh bayangan bulan.

Posisi Matahari, bulan dan bumi
Gerhana Matahari
Gerhana matahari total terjadi apabila tempat di bumi berada pada daerah umbra, yaitu seluruh cahaya matahari tertutup oleh bulan. Gerhana matahari sebagian terjadi apabilla tidak semua bagian bulan menghalangi matahari atau bulan hanya memasuki daerah penumbra saja.

e. Kalender Bulan atau Kalender Hijriah

Kalender bulan dihitung didasarkann pada putaran bulan yang mengelilingi bumi. Bulan beredar mengelilingi bumi selama  29 hari 12 jam 44 menit 3 detik sehingga dengan demikian satu tahun hijriah atau tahun komariah adalah sama dengan 354 hari. Peredaran bulan dalam satu bulan berganti antara 29 hari, 30 hari, atau 31 hari. Perhitungan waktu dalam satu tahun disebutkan dengan tidak memperhitungkan waktu di bawah satu jam sehingga dalam masa 30 tahun terbuang waktu sebanyak 11 hari. Berdasarkan perhitungan tersebut, ditentukan 11 tahun kabisat untuk periode 30 tahun hijriah. Lama hari dalam tahun kabisat adalah 355 hari. Nama bulan pada tahun komariah adalah Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Zulqaidah, dan Zulhijah.

f. Pasang Surut Air Laut

Pada waktu terjadi bulan purnama, maka permukaan air laut akan menjadi naik airnya atau yang disebut laut pasang. Hal tersebut terjadi karena air laut sebagai zat cair mempunyai ikatan molekul yang lebih rendah jika dibandingkan dengan lapisan bumi yang berupa batuan dan termasuk zat padat. Sebagai akibatnya, gaya gravitasi berpengaruh lebih besar pada air laut daripada pada daratan. Pada waktu bulan posisinya di antara matahari dan bumi, gaya gravitasi akan bertambah menjadi 5,2 kali lebih besar oleh karenanya terjadi kenaikan permukaan air laut di dua bagian bumi dan di permukaan bumi lainnya terjadi penurunan permukaan air laut. Kenaikan dan  penurunan air laut tersebut karena posisi bulan terhadap bumi disebut pasang-surut air laut. Bulan mengelilingi bumi satu kali dalam sehari semalam olehkarenanya dua daerah di permukaan bumi mengalami laut pasang dan pada saat yang bersamaan dua daerah di permukaan bumi lainnya laut menjadi surut.

5. Penjelajahan Ruang Angkasa

Manusia setelah melakukan observasi memakai  tropong terhadap benda-benda langit, maka manusia mulai membuat satelit untuk mengamati karakteristik alam semesta dengan lebih baik dan lebih jelas lagi. Misi luar angkasa bertujuan pada millenium ke-2, antara lain untuk melakukan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, mengorbitkan satelit  komunikasi, eksperimen laboratorium di luar angkasa, kepentingan militer, dan juga eksplorasi planet lain. Sejarah penjelajahan ruang angkasa untuk pertama kalinya dilakukan oleh negara Rusia dengan pesawat luar angkasa yang bernama Sputnik I, pesawat tersebut diluncurkan pada tanggal 4 Oktober 1957. Selanjutnya, disusul oleh Sputnik II pada tanggal 3 November 1957. Sputnik II adalah satelit pertama yang membawa makhluk hidup, yaitu seekor anjing bernama Laika yang mati dalam perjalanan yang disebabkan kehabisan oksigen. Sputnik II terbakar pad saat memasuki atmosfer bumi. Negara Amerika Serikat meluncurkan Satelitnya pada tanggal 31 Januari 1958 yang bernama Eksplorer I. Sputnik V membawa penumpang dua ekor anjing Stella dan Belka. Satelit ini bisa kembali ke Bumi dengan selamat bersama dengan penumpangnya, setelah beredar sehari. Selanjutnya, Rusia dengan satelitnya Vostok I yang merupakan satelit pertama yang membawa penumpang manusia, diluncurkan tanggal 12 April 1961. Penumpangnya tersebut bernama Mayor Yuri Gagarin dan bisa kembali ke Bumi dengan selamat setelah melayang selama 108 menit. Melalui proyek Mercury, Amerika meluncurkan astronaut pertamanya ke ruang angkasa yang bernama Alan B. Shepard. Astronaut Amerika ini mengangkasa selama 15 menit dan mencapai ketinggian maksimum 184 km dan mendarat di lautan Atlantik dengan selamat. John Glenn, seorang astronaut Amerika serikat untuk kali pertamanya berhasil mengelilingi orbit bumi sebanyak tiga kali pada Februari 1962 dan berhasil kembali ke Bumi dengan selamat. Astronaut wanita pertama yang berhasil mengelilingi orbit bumi adalah Valentina Tereskhova yang berasal dari Rusia. Dia mengelilingi Bumi sebanyak 48 kali sebelum akhirnya mendarat di Bumi dengan selamat.

a. Pendaratan di Bulan

Astronaut Amerika yang bernama Neil Amstrong menginjakkan kakinya di bulan pada tanggal 20 Juli 1969, bersama dengan rekan astronaut lain yang bernama Michael Collins serta didampingi oleh seorang pilot yang bernama Edwin R. Aldrin. Selama empat hari mengarungi ruang angkasa sejak ditembakkan oleh roket Saturn V, pesawat Apollo 11 mencapai orbit bulan dan berputar melintasi orbit tersebut. Modul pelepasan yang disebut The Eagle, dilepaskan dari pesawat utama dengan membawa dua astronaut hingga mencapai permukaan bulan. Oleh sebab dibulan tidak ada udara, modul pelepasan tidak terbang seperti halnya pesawat terbang di bumi, namun jatuh ke permukaan bulan secara perlahan-lahan dengan kecepatan kira - kira 3 km per menit. Setelah melakuakn pendartan, para astronaut kemudian melakukan beberapa penelitian untuk mengetahui lebih jauh tentang karakteristik bulan.

b. Satelit Palapa

Pada umumnya, satelit-satelit yang mengorbit mengelilingi bumi dipakai untuk sarana komunikasi. Adapun untuk ketinggian satelit dari permukaan bumi berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. Terdapat satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit untuk keperluan militer, dan juga satelit untuk eksplorasi bahan tambang. Satelit komunikasi yang mengirimkan sinyal telepon dan TV hingga lintas samudra memakai orbit geostasioner (orbit tempat satelit melayang stabil di atas permukaan bumi) dengan ketinggian kira - kira 35.000 km di atas permukaan bumi. Satelit komunikasi yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia adalah satelit Palapa. Aircraft Company merupakan perancang satelit ini untuk Perusahaan Umum Telekomunikasi (sekarang PT Telkom) yang dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Fungsi satelit Palapa adalah sebagai pengulang (repeater) komunikasi bagi media, termasuk jasa telepon rumah, telepon mobile, televisi, fax-mail, dan transmisi data. Selain dimanfaatka oleh Indonesia, satelit ini juga dimanfaatkan oleh beberapa negara Asia Tenggara, misalnya Negara Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, dan Papua Nugini.

Tata Surya
Bac juga : Induksi Elektromagnetik

Demikian artikel tentang Tata Surya (Artikel Materi IPA SMP/MTs Kelas 9) yang semoga bermanfaat. Terimakasih.

Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.