Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII)

Artikel yang terkait dengan judul :Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII)

Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII) ✓ Sebagai contoh dari reaksi kimia adalah reaksi asam-basa. Setiap kita mencampurkan asam dan basa maka reaksi ini akan menetralkan asam dan basa dengan menghasilkan garam dan air. Contoh lain reaksi kimia adalah pada sistem pencernakan dan proses fotosintesa pada tumbuhan hijau.

Daftar Isi

1. Persamaan Reaksi
2. Macam Reaksi Kimia
3. Ciri Reaksi Kimia
4. Faktor yang Mempengaruhi Reaksi

Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII)


Persamaan Reaksi

Suatu persamaan reaksi merupakan gambaran dari reaksi kimia yang terdiri dari rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi yang disertai dengan koefisien masing-masing. Satu atau lebih zat bisa diubah menjadi zat jenis yang baru pada reaksi kimia. Pengertian pereaksi (reaktan) adalah zat–zat yang bereaksi sedangkan zat baru yang dihasilkan dinamakan hasil reaksi (produk). John Dalton mengemukakan bahwa, jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak mengalami perubahan, namun ikatan kimia di antara kedua zat berubah. Perubahan yang terjadi bisa diterangkan dengan memakai rumus kimia zat yang terlibat dalam reaksi (persamaan reaksi). Sebagai contoh adalah reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen yang membentuk air, berikut persamaannya:
Reaksi Kimia
Lambang-lambang dalam persamaan reaksi yang dipakai, antara lain meliputi:
→ menghasilkan
+ ditambah
(s) solid (padatan)
(g) gas
( ) liquid (cairan)
( aq) aquous (terlarut dalam air)

Kooefisien rekasi adalah bilangan yang mendahului rumus kimia zat dalam sutu persamaan reaksi. di dalam persamaan untuk contoh di atas bisa diketahui bahwa koefisien hidrogen adalah 2, untuk koefisien oksigen adalah 1, dan untuk koefisien air adalah 2.

Untuk penulisan persamaan reaksi bisa kita melakukannya dengan dua langkah berikut ini:
a. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, secara lengkap dengan keterangan mengenai wujudnya.
b. Penyetaraan, adalah memberikan koefisien yang cocok dengan jumlah atom pada setiap unsur sama di kedua rumus.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada suatu persamaan reaksi, antara lain:

1. Koefisien

Pengertian koofesien adalah angka yang letaknya berada di sebelah kiri rumus pereaksi dan hasil reaksi. Untuk setiap koefisien pada suatu persamaan mewakili jumlah unit tiap-tiap zat dalam reaksi

2. Langkah-langkah Menyetarakan Reaksi Kimia

Langkah yang bisa lakukan dalam penyetaraan persaman reaksi dalah sebagai berikut:
a. Tetapkan koefisien dari salah satu zat, pada umumnya yang mempunyai rumus paling kompleks sama dengan satu, sedangkan untuk zat lain diberikan koefisien sementara berupa dengan huruf.
b. Terlebih dahulu setarakan unsur yang berhubungan langsung dengan zat yang diberi koefisien satu.
c. Setarakan unsur yang lain.

Sebagai contoh adalah berikut ini.

Reaksi antara gas metana (CH4) dengan gas oksigen akan membentuk gas karbon dioksida dan uap air.

Langkah 1:
Menuliskan rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi sebagai berikut:
Reaksi Kimia
Langkah 2:
Penyetaraan :
1. Tetapkan koefisien CH4 adalah = 1, sedangkan untuk yang lainnya adalah dengan huruf

CH4(g) + aO2(g) → bCO2(g) + cH2O(g)

2. Setarakan atom C dan H. Teman-teman semua bisa memperhatikan jumlah dari atom C di sebelah
kiri = 1 ; berarti jumlah dari atom C yang berada di sebelah kanan = b = 1. Untuk jumlah atom H yang berada di sebelah kiri adalah = 4 ; ini berarti bahwa jumlah atom H di sebelah kanan = 2c, berarti 2c = 4, atau c bernilai = 2

3. Setarakan jumlah atom O, jumlah atom O yang ada di ruas kiri adalah = 2a. Dan di ruas sebelah kanan = 2 + 2 = 4, ini yang berarti 2a = 4 atau a bernilai = 2.
Sehingga kita bisa mendapatkan persamaan reaksi adalah sebagai berikut :

CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(g)

Macam Reaksi Kimia

Supaya untuk memudahkan dalam melakukan kegiatan reaksi kimia, maka dikelompokkan reaksi kimia tersebut berdasarkan kesamaan yang dipunyainya. Salah satu sistem klasifikasi adalah berdasarkan pada cara atom tersusun kembali dalam reaksi kimia, antara lain:

1. Reaksi Penggabungan
Pada reaksi penggabungan yang terjadi pada dua atau lebih zat yang membentuk zat lain. Rumus umum dari reaksi penggabungan tersebut yaitu :

A + B → AB
Untuk contohnya adalah sebagai berikut:
Reaksi yang terjadi antara hidrogen dengan oksigen yang kemudian membentuk air yang merupakan
reaksi penggabungan.
2H2(g) + O2(g) → 2H2O( )

2. Reaksi Penguraian
Pada reaksi penguraian adalah merupakan reaksi kebalikan dari reaksi penggabungan. Pada reaksi ini satu zat terpecah atau terurai menjadi 2 atau lebih zat yang lebih sederhana. Secara umum pada reaksi penguraian memerlukan energi berupa kalor, cahaya, dan listrik. Secara umum, rumus reaksi penguraian adalah sebagai berikut :

AB → A + B
Contoh
Reaksi penguraian air oleh listrik menghasilkan hidrogen dan oksigen.

2H2( ) → 2H2(g) + O2(g)

3. Reaksi Penggantian
Reaksi penggantian tunggal terjadi, jika satu unsur menggantikan unsur lainnya dalam satu senyawa. Untuk menyelesaikan persamaan dari reaksi penggantian, ada dua persamaan, antara lain:

a. Pada persoalan, A menggantikan B sebagai berikut:

A + BC → B + AC

b. Pada persoalan, D menggantikan C sebagai berikut:

D + BC → C + BD

Ciri Reaksi Kimia

Pada reaksi kimia, akan menyebabkan beberapa perubahan, antara lain:

1. Terbentuknya Endapan
Coba teman-teman perhatikan dasar dari panci yang digunakan untuk merebus air, apahah terdapat sesuatu yang menempel? Zat tersebut merupakan senyawa karbonat yang terbentuk pada saat air yang
mengandung kapur di panaskan.

2. Menghasilkan Gas
Sebagai contoh adalah pada tukang las, pada saat karbit dicampur dengan air, maka akan bereaksi menghasilkan gas karbit.

3. Perubahan Suhu
Jika teman-teman menyalakan api unggun, ini merupakan contoh reaksi eksoterm yang mana reaksi eksoterm adalah suatu reaksi kimia yang menghasilkan energi (bisa berupa panas atau kalor) sedangkan pada proses fotosintesa membutuhkan panas, ini merpakan contoh reaksi endoterm.

Faktor yang Mempengaruhi Reaksi

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, antara lain meliputi:

1. Ukuran Partikel
Tumbukan antar zat pereaksi bisa menyebabkan reaksi kimia pada suatu zat, semakin banyak terjadi tumbukan, maka akan semakin cepat reaksinya berlangsung.

2. Suhu
Semakin tinggi suhu reaksi, maka semakin cepat reaksi akan berlangsung. Apabila suhu dinaikkan, maka akan menimbulkan gerakan partikel-partikel pereaksi menjadi semakin cepat, dan semakin cepat pergerakan partikel akan menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak, sehingga reaksi yang terjadi akan menjadi lebih cepat.

Materi IPA Lainnya :

    1. Konsep Zat
    2. Perubahan Zat

Itulah artikel tentang materi kelas 7 yang berjudul Reaksi Kimia : Persamaan, Macam, Ciri, Faktor Reaksi Kimia (Pelajaran IPA SMP/ MTs Kelas VII) yang semoga bermanfaat.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.