Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII)

Artikel yang terkait dengan judul :Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII)

Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII) ✓ Pada dasarnya manusia mempunyai kebutuhan yang beraneka macam, kebutuhn-kebutuhan tersebut tidak semuanya dapat dipenuhinya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai pengertian kelangkaan dan faktor penyebab timbulnya kelangkaan, usaha yang dilakukan untuk mengatasi kelangkaan, pengertian kebutuhan, penyebab kebutuhan manusia yang bermacam-macam, menyusun skala prioritas serta mengidentifikasi arti dan macam-macam alat pemenuhan kebutuhan.

Definisi kebutuhan apa sih? Pengertian kebutuhan adalah segla keinginan dari manusia, berupa barang, jasa atau lainnya yang bisa memberikan kepuasan jasmani dan rohani, dalam rangka untuk kelangsungan hidupnya.

Daftar Isi

1. Macam-macam Jenis Kebutuhan Manusia
2. Alat Pemenuhan Kebutuhan
3. Kegunaan Alat Pemenuhan Kebutuhan
4. Skala Prioritas Kebutuhan

Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII)

Macam-macam Jenis Kebutuhan Manusia

Kebutuhan manusia jumlahnya sangatlah banyak dan juga beraneka macam ragamnya. Jumlah dan ragam kebutuhan manusia akan tergantung terhadap adanya perkembangan zaman, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat perekonomian, waktu pemenuhan, tingkat pendidikan, agama dan juga tergantung pada adat istiadat. Untuk tambahan referensi faktor-faktor yang mempengaruhinya dapat dibaca di artikel yang berjudul MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL dan EKONOMI (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII). Semakin banyak jumlah kebutuhan yang dapat terpenuhi maka manusia tersebut akan semakin makmur. Untuk mengetahui macam-macam dari kebutuhan manusia, maka kebutuhan tersebut bisa dikelompokkan berdasarkan pada:

Tingkat intensitas/ kepentingannya

Kebutuhan berdasarkan pada tingkat kepentingannya, maka bisa dibedakan menjadi 3 macam kebutuhan yaitu:

1). Kebutuhan pokok/ primer, adalah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam rangka untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Kebutuhan ini tidak bisa ditunda atau ditangguhkan dalam memenuhinya, namun harus diutamakan di dalam pemenuhannya. Sebutan lain dari kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar yaitu merupakan kebutuhan yang dituntut oleh makhluk hidup. Selain disebut kebutuhan dasar, kebutuhan primer juga disebut sebagai kebutuhan alami, hal ini disebabkan karena jenis kebutuhan ini adalah merupakan tuntutan alam yang harus dipenuhi supaya dapat menjaga kelangsungan hidupnya. Sebagai contoh kebutuhan pokok/ primer adalah makanan, perumahan, minuman, pendidikan, pakaian, kesehatan.

2). Kebutuhan tambahan/ sekunder, adalah merupakan kebutuhan yang sebagai pelengkap dari kebutuhan primer yang mana kebutuhan sekunder tidak wajib/ tidak mutlak untuk dipenuhi. Apabila manusia memenuhi kebutuhan tersebut maka kehidupan manusia pada lingkungan sosialnya akan menjadi lebih baik. Dengan demikian kebutuhan sekunder bisa juga disebut sebagai kebutuhan sosial. Selain disebut sebagai kebutuhan sosial, kebutuhan sekunder disebut juga sebagai kebutuhan kultur budaya, hal ini dikarenakan timbulnya dari perkembangan kebudayaan, peradaban dan ilmu pengetahuan manusia dari waktu ke waktu. Contoh kebutuhan sekunder adalah perabot rumah tangga, jam tangan, kendaraan, tas, radio dan sebagainya.

3). Kebutuhan mewah/ tersier, adalah merupakan kebutuhan yang dimaksudkan atau difungsikan dalam rangka untuk mempertinggi harga diri/ gengsi seseorang. Dengan demikian kebutuhan tersier disebut juga sebagai kebutuhan kemewahan dan apabila kebutuhan mewah tersebut tidak dapat terpenuhi, maka manusia yang bersangkutan tidak akan mengalami kesulitan di dalam menjalani hidupnya. Sebagai contoh kebutuhan tersier/ mewah antara lain AC (Air Condition), mesin cuci, mobil, perhiasan, pakaian dari sutera, dan lain sebagainya.

Perubahan dari kebutuhan mewah bisa jadi menjadi kebutuhan sekunder atau bahkan mejadi kebutuhan pokok. Hal tersebut disebabkan oleh karena:
1. Adanya peningkatan taraf hidup manusia.
2. Adanya peningkatan di dalam perekonomian masyarakat.
3. Adanya kenaikan pendapatan masyarakat.
4. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Adanya perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia.

Apabila suatu kebutuhan berkaitan sangat erat dengan kelangsungan hidup manusia maka kebutuhan tersebut tergolong di dalam kebutuhan primer. Semakin jauh hubungan kebutuhan dengan kelangsungan hidupnya, maka kebutuhan tersebut akan menjadi kebutuhan sekunder atau mejadi kebutuhan tersier.

Tingkat waktu penemuannya

Berdasarkan waktu pemenuhannya, kebutuhan dibedakan menjadi dua yaitu:

1). Kebutuhan sekarang, adalah merupakan kebutuhan yang sifatnya harus dipenuhi pada waktu ini juga, jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi maka akan meyebabkan kerugian, kecelakaan atau musibah yang tidak bisa dihindari. Untuk contoh kebutuhan sekarang adalah seseorang yang kelaparan akan membutuhkan makanan, seseorang yang mengalami kehausan akan membutuhkan minum, seseorang yang akan melakukan bepergian akan membutuhkan kendaraan, seseorang yang sedang sakit akan membutuhkan obat.

2). Kebutuhan yang akan datang (kelak), adalah merupakan kebutuhan yang pemenuhannya tidak harus segera pada saat sekarang. Kebutuhan yang akan datang mempunyai manfaat untuk mendapatkan kebahagiaan dan kemakmuran pada saat masa yang akan datang. Kebutuhan yang akan datang dipersiapkan dari sekarang tanpa harus mengganggu pemenuhan kebutuhan sekarang. Sebagai contoh kebutuhan yang akan datang/ kelak adalah menabung sebagai tabungan untuk hari tua, membina rumah tangga/menikah, mendirian tempat ibadah/masjid, menjalankan ibahdah haji, dan lain sebagainya.

Tingkat subjeknya

Berdasarkan subjeknya, kebutuhan dibedakan menjadi dua yaitu:
a. Kebutuhan individu/perseorangan, yaitu kebutuhan yang dibutuhkan oleh orang per orang. Setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda, tergantung pada keinginan, hobi, bakat, jenis pekerjaan, status sosial, pendidikan dan lain-lain. Contoh: makan, minum, pakaian dan lain-lain.
b. Kebutuhan bersama, yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi kepentingan bersama/umum. Kebutuhan bersama erat hubungannya dengan kesejahteraan, ketertiban, keamanan, kesehatan, keindahan dan kemakmuran masyarakat. Contoh: kebutuhan bersama: jalan, jembatan, sekolahan, pasar, rumah sakit dan lain-lain.

Berdasarkan sifatnya

Kebutuhan berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu:

1). Kebutuhan jasmani adalah merupakan kebutuhan yang maksudkan/ dimanfaatkan daam rangka untuk memenuhi kepentingan jasmani/raga manusia. Kebutuhan jasmani bertujuan untuk melindungi, mengembangkan pertumbuhan jasmani manusia. Kebutuhan material atau kebutuhan lahiriah adalah sebutan lain dari kebutuhan jasmani. Sebagai contoh kebutuhan jasmani adalah makan, minum, olahraga, berpakaian, dan lain sebagainya.

2). Kebutuhan rohani, adalah merupakan kebutuhan yang bisa untuk memenuhi kepentingan rohani/ jiwa manusia. Bentuk dari kebutuhan rohani ini misalnya rasa puas pada jiwa, sanubari, rohani, dan juga perasaan seseorang. Kebutuhan immaterial merupakan kata an dari kebutuhan rohani. Sebagai contoh kebutuhan rohani adalah menjalankan ibadah, mendengarkan musik, menonton televisi, melakukan wisata, dan lain sebagainya.

Alat Pemenuhan Kebutuhan

Manusia sebagai makhluk homoekonomikus, maka manusia akan berusaha untuk memenuhi seluruh kebutuhannya. Pertanyaannya adalah dengan memakai apa manusia dalam memenuhi kebutuhannya? Manusia akan memenuhi semua kebutuhannya yaitu dengan memakai alat pemenuhan kebutuhan (sumber daya) yang tersedia. Supaya bisa lebih memahami mengenai alat-alat pemenuhan kebutuhan manusia tersebut, maka kita bisa mengelompokkan alat pemenuhan kebutuhan manusia tersebut. Berikut adalah penggolongan alat-alat pemenuhan kebutuhan, antara lain meliputi:

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan cara memperolehnya

Penggolongan alat kebutuhan yang berdasarkan pada cara mendapatkannya bisa dibagi dalam 3 kelompok antara lain sebagai berikut:

a. Barang ekonomi, adalah merupakan barang yang jumlahnya terbatas, dengan demikian tidak dapat untuk mencukupi kebutuhan semua manusia. Untuk memperolehnya diperlukan suatu pengorbanan baik itu berupa barang, jasa, atau berupa uang. Sebagai contoh barang ekonomi adalah mobil mewah, untuk mendapatkan sebuah mobil mewah diperlukan suatu pengorbanan untuk membayar komponen-komponen mobil, upah tenaga kerja serta biaya-biaya pendukung yang lainnya. Dengan demikian mobil mewah mempunyai harga dan apabila kita berkeinginan untuk mendapatkannya maka kita harus membayarnya. Contoh lain barang ekonomis adalah televisi, radio, hand phone, dll. Suatu barang ekonomis akan semakin memiliki nilai yang tinggi, apabila barang tersebut semakin langka/ jumlahnya sedikit. Sebagai contohnya adalah jika harga roti akan lebih murah apabila dibandingkan dengan harga perhiasan karena perhiasan lebih langka apabila dibandingkan dengan jumlah roti.

b. Barang bebas, adalah merupakan barang yang jumlahnya tidak terbatas, sehingga dengan demikian bisa untuk mencukupi kebutuhan semua manusia. Dalam mendapatkan barang bebas tidak diperlukan pengorbanan baik yang berupa barang, jasa, maupun berupa uang. Barang bebas tersebut secara umum telah disediakan oleh Allah. Sedangkan manusia hanya tinggal memakainya saja tanpa harus bersusah payah untuk membuatnya. Sebagai contoh barang bebas yaitu sinar matahari yang setiap hari bersinar yang bisa dipakai untuk berbagai macam kebutuhan manusia misalnya dipakai untuk menjemur pakaian, untuk tenaga listrik dan untuk keperluan lainnya. Udara bebas bisa juga merupakan contoh dari barang bebas yang mana udara bisa digunakan untuk bernapas, hujan bisa dipakai untuk irigasi persawahan. Bisa jadi barang yang tadinya bebas berubah menjadi barang ekonomis jika jika jumlahnya menjadi sedikit dan sangat dibutuhkan oleh manusia. Sebagai contoh adalah pada saat terjadi kekeringan, maka pompa air dan sumur-sumur akan menjadi kering, sehingga untuk mendapatkannya harus mendatangkan dari daerah yang lainnya, dari situ bisa dikatakan bahwa air yang tadinya barang bebas berubah menjadi barang ekonomis. Kebalikan dapat berubah menjadi barang ekonomis, barang bebas bisa jadi menjadi barang illith. Pengertian barang illith adalah barang yang jumlahnya sangat banyak dan berlebihan sehingga bisa membahayakan untuk kehidupan manusia. Sebagai contoh adalah air hujan yang terlalu banyak akan menyebabkan terjadinya banjir yang bisa membahayakan bagi kehidupan manusia.

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan barang lain

Penggolongan alat kebutuhan berdasarkan hubungannya dengan barang lain dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:

a. Barang substitusi/ pengganti, adalah barang yang bisa dipakai untuk menggantikan fungsi/ kegunaan barang yang lainnya secara sempurna. Sebagai contoh barang subtitusi adalah jagung yang dapat dipakai untuk pengganti beras, teh untuk menggantiakn fungsi kopi, bus yang dipakai untuk menggantikan fungsi kereta api. Terkadang suatu barang memiliki barang substitusi lebih dari satu macam. Misalnya saja beras memiliki barang substitusi berupa jagung, gandum, ketela, sagu dan lain sebagainya.

b. Barang komplementer, yaitu suatu barang yang di dalam pemakaiannya/ penggunaannya/ pemanfaatannya adalah saling melengkapi dengan barang yang lainnya. Atau akan lebih berguna apabila digabung dengan barang lain. Jika barang tersebut digunakan sendirian, maka barang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan secara maksimal atau bahkan tidak dapat digunakan. Misalnya, nasi akan lebih nikmat jika digunakan bersama sayur, lauk-pauk, buah-buahan, dan susu. Jika nasi digunakan tanpa barang-barang pelengkapnya, maka nasi tidak dapat memberikan kepuasan yang maksimal karena kurang nikmat. Demikian pula sepeda motor dapat digunakan dengan baik jika telah diisi dengan bahan bakar, jika tidak ada bahan bakar, maka sepeda motor tidak dapat dijalankan. Dalam praktiknya, kadang-kadang suatu barang mempunyai barang komplementer lebih dari satu macam, misalnya celana mempunyai barang pelengkap berupa baju/ kemeja, dasi, topi, sepatu, dan kaos kaki.

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan pada tujuan penggunaannya

Penggolongan alat kebutuhan berdasarkan pada kebutuhan dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu:

1). Barang konsumsi, adalah barang yang langsung bisa dimanfaatan untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa harus diproses terlebih dahulu. Pembagian barang konsumsi dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu meliputi a). barang konsumsi yang langsung habis misalnya makanan, minuman; b). barang konsumsi yang habisnya secara berangsung-angsur misalnya pakaian, sepatu, tas dan lain sebagainya.

2). Barang produksi, adalah merupakan barang yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan barang lain atau barang yang secara tidak langsung bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sebagai contoh barang produksi adalah mesin jahit yang bisa dipakai untuk menjahit pakaian, mesin cetak yang bisa dipakai untuk mencetak berbagai macam cetakan yang dibutuhkan oleh manusia, misalnya buku, kalender, dsb. Secara umum barang produksi dipakai supaya mempermudah kerja manusia. Dengan demikian semakin banyak barang produksinya dan juga semakin tinggi kuantitas barang produksinya, maka kerja manusia akan semakin enjadi lebih ringan.

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan pada kesiapan penggunaan atau proses pembuatan

Penggolongan alat kebutuhan berdasarkan pada kesiapan penggunaan atau proses pembuatan dapat dibagi dalam 3 macam, antara lain:

1). Bahan mentah, adalah merupakan bahan baku yang belum mengalami pengolahan sehingga dengan demikian belum bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh bahan baku dari hasil tambang misalnya minyak bumi, bijih besi, bijih emas dan lain sebagainya. Contoh bahan baku yang berasal dari hasil perkebunan dan pertanian misalnya padi, jagung, kopi, tembakau dan lain sebagainya. Bahan baku supaya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia maka bahan baku tersedut harus di proses terlebih dahulu.

2). Barang setengah jadi adalah merupakan barang yang sudah mengalami proses namun belum bisa dimanfaatkan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan manusia dan barang setengah jadi tersebut membutuhkan proses lebih lanjut. Sebagai contoh barang setengah jadi adalah beras yang berasal dari padi belum bisa dimanfaatkan untuk makan, namun beras tersebut supaya siap untuk dikonsumsi maka beras tersebut harus diproses lebih lanjut yaitu dengan cara dimasak terlebih dahulu supaya menjadi nasi.

3). Barang jadi, adalah merupakan barang yang sudah mengalami roses secara tuntas sehingga dengan demikian bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Contoh barang jadi adalah pakaian yang sudah mengalami proses dari kapas menjadi benang, dari benang lalu menjadi kain, dari kain kemudian menjadi pakaian. Apabila sudah menjadi pakaian, maka proses produksi telah tuntas dan tidak ada perlu diproses lagi sehingga pakaian pun siap dipakai untuk memenuhi kebutuhan manusia yaitu berpakaian.
Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan pada sumbernya

Penggolongan alat kebutuhan berdasarkan pada sumbernya dapat dibagi menjadi 3 macam, yaitu:

1). Sumber daya alam, adalah merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang asalnya adalah dari alam. Contoh sumber daya alam bahan tambang, flora, fauna, matahari dan sebagainya.

2). Sumber daya manusia, adalah merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang asalnya adalah dari diri manusia. Contoh sumber daya manusia adalah tenaga dan pikiran manusia.

3). Sumber daya modal, adalah merupakan peralatan yang diciptakan oleh manusia supaya mempermudah dalam kegiatan yang dilakukan oleh manusia sehingga akan meningkatkan hasilnya. Contoh sumber daya modal yaitu mesin industri, mobil, traktor dan lain sebagainya.

Alat pemenuhan kebutuhan berdasarkan pada sifatnya

Penggolongan alat kebutuhan yang berdasarkan pada sifatnya, alat pemenuhan kebutuhan dapat dibagi menjadi 2 macam, antara lain:

1). Alat pemenuhan kebutuhan yang bersifat materiil, adalah merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang ada wujudnya, bisa diraba dan juga bisa dirasa. Alat pemenuhan tersebut dinamakan benda/barang. Contoh alat pemenuhan kebutuhan yang bersifat materiil adalah makanan, minuman, perumahan, mobil yang bisa dilihat, bisa diraba, bisa dinikmati dan juga dirasakan.

2). Alat pemenuhan kebutuhan yang bersifat immateriil adalah merupakan alat pemenuhan kebutuhan yang tidak memiliki bentuk, tidak memiliki wujud dan tidak bisa diraba namun bisa dirasakan akibatnya. Alat pemenuhan tersebut dinamakan jasa, misalnya saja jasa transportasi.

Kegunaan Alat Pemenuhan Kebutuhan

Suatu barang/ benda akan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya jika benda tersebut memiliki nilai guna (utility). Nilai guna bisa diciptakan dengan berbagai macam cara antara lain:

Kegunaan bentuk (form utility)

Suatu benda terkadang belum memiliki nilai guna apabila belum diubah bentuknya. Untuk contohnya adalah kulit sapi sebelum diubah tidak memiliki nilai guna, namun sesudah dilakukan penyamakan dan dilakukan pemrosesan menjadi sepatu atau tas atau ikat pinggang atau yang lainnya akan mempunyai nilai guna. Nilai guna tersebut muncul oleh karena adanya perubahan bentuk disebut (form utility). Peningkatan nilai guna bentuk akan tergantung pada seberapa tingkat penguasaan terhadap teknologi yang dipunyai oleh manusia. Jika semakin tinggi tingkat teknologi yang dikuasainya, maka nilai guna bentuk akan berbanding lurus yaitu semakin tinggi pula. Contohnya minyak mentah yang berasal dari hasil tambang dari perut bumi, sesudah dilakukan diproses menggunakan teknologi yang tinggi akan bisa berubah menjadi bahan bakar minyak (aftur, premium, solar dan lain sebagainya).

Kegunaan tempat (place utility)

Adakalanya suatu benda kurang berguna atau tidak berguna di suatu tempat tetapi sangat berguna di tempat lain. Misalnya saja pasir di sungai yang kurang memiliki nilai guna, namun setelah dipindahkan ke tempat pembangunan perumahan akan memiliki nilai guna, demikian juga sayur-mayur di daerah pegunungan penghasil sayur kurang berguna dan bernilai rendah, jika sudah dipindahkan ke kota yang tidak banyak menghasilkan sayuran, maka sayuran tersebut akan memiliki nilai guna yang tinggi. Kegunaan benda yang timbul karena perpindahan tempat disebut nilai guna tempat (pleace utility).

Kegunaan waktu (time utility)

Suatu benda adakalanya kurang memiliki nilai guna pada suatu waktu namun sangat berguna di waktu yang lainnya. Kegunaan benda yang muncul oleh karena perbedaan waktu dinamakan kegunaan waktu (time utility). Contohnya adalah pada musim kemarau, jas hujan/ payung tidak memiliki nilai guna, namun hal yang berbeda jika pada saat musim penghujan, jas hujan/ payung akan memiliki nilai guna yang tinggi. Senter juga bisa merupakan contoh dari time utility, pada siang hari kurang berguna tetapi pada malam hari akan memiliki nilai guna yang tinggi.

Kegunaan milik (ownership utility)

Kegunaan pemilikan berhubungan dengan peningkatan kegunaan suatu benda apabila benda tersebut telah dimiliki. Contohnya, apabila teman-teman membeli buku, kegunaan buku akan meningkat jika dibandingkan nilai buku masih berada di toko tersebut (lebih rendah).

Kegunaan pelayanan (service utility)

Jasa merupakan alat untuk pemenuhan kebutuhan yang tidak bisa diraba, tidak bisa dilihat namun bisa dirasakan akibatnya, sehingga sebelum kita menerima pelayanan jasa, maka jasa tersebut tidak memiliki nilai guna, tetapi sesudah menerima pelayanan jasa, maka jasa menjadi memiliki nilai guna kepada kita. Contohnya adalah pada saat pasien akan memeriksakan kesehatannya kepada dokter, maka dokter tidak ada nilai gunanya sebelum memeriksa, tetapi sesudah dokter memeriksa kesehatan, maka jasa dokter memiliki nilai guna bagi pasien.

Skala Prioritas Kebutuhan

Kebutuhan manusia jumlahnya adalah tidak terbatas, tetapi alat untuk pemenuhan kebutuhan yang dimiliki oleh manusia jumlahnya adalah sangat terbatas, sehingga timbul kelangkaan. Salah satu cara untuk mengatasi kelangkaan sumberdaya adalah dengan menyusun skala prioritas yaitu urut-urutan dari suatu kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seseorang dalam jangka waktu tertentu dengan menggunakan alat pemenuhan kebutuhan yang dipunyainya. Apa alasan harus menyusun skala prioritas? sebab kebutuhan manusia ada yang sifatnya harus segara dipenuhi dan ada juga kebutuhan yang sifatnya bisa ditunda dalam pemenuhannya. Terus bagaimana cara menyusun skala prioritas kebutuhan supaya baik? yaitu menyusun skala prioritas yang didasarkan pada tingkat kepentingannya, yang paling penting disusun paling atas.

Artikel IPS lainnya:
1. Penyimpangan Sosial (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII)
2. Perkembangan Pergerakan Kebangsaan Indonesia Bagian 2
Demikianlah artikel yang berjudul Hubungan antara Kelangkaan Sumber Daya dengan Kebutuhan Manusia (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VIII) yang semoga bermanfaat. Terimakasih.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.