Budidaya Tomat : Syarat Tumbuh, Cara Menanam, Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Artikel yang terkait dengan judul :Budidaya Tomat : Syarat Tumbuh, Cara Menanam, Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Budidaya Tomat : Syarat Tumbuh, Cara Menanam, Hama dan Penyakit Tanaman Tomat ✓ Nama latin tanaman tomat adalah Lycopersicon esculentum Mill dengan famili Solanaceae. Budidaya untuk tanaman tomat dapat dilakukan di daerah dataran rendah maupun tinggi. Ada beberapa hal yang akan bahas antara lain : asal dan persebaran tomat, cara menanam buah tomat, hama dan penyakit tanaman tomat dan lain-lain. Simak terus ya.

Daftar Isi

1. Asal dan Persebarannya
2. Syarat Tumbuh Tanaman Tomat
3. Cara Menanam Tomat
4. Penyerbukan Tomat
5. Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Budidaya Tomat : Syarat Tumbuh, Cara Menanam, Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Asal dan Persebarannya

Buah tomat merupakan buah yang bisa langsung dimakan mentah dan juga dapat dipakai sebagai penyedap masakan, sayuran atau bisa juga dijadikan sebagai saos. Tanaman tomat diperkirakan adalah berasal dari Peru dan Ekuador dan kemudian mengalami penyebaran ke seluruh dunia. Untuk negara produsen buah tomat dunia adalah negara Spanyol, Mesir, Italia dan Bulgaria. Tanaman tomat adalah herba semusim,  bunganya hermaprodit dan memiliki sifat selfcompatible pada daerah yang lebih dingin.  Penyerbukan sendiri sangat tinggi prosentasenya, walaupun demikian di daerah tropis 24 persen buah terjadi lewat penyerbukan silang dengan bantuan serangga.

Beberapa jenis tomat hibrida sudah tersebar luas di daratan subtropis. Tanaman tomat yang diperlukan untuk daerah tropis adalah jenis tanaman yang tahan terhadap panas dan kelembaban yang tinggi.
Budidaya Tomat

Syarat Tumbuh Tanaman Tomat

Tanaman tomat merupakan tanaman yang toleran terhadap beberapa kondisi lingkungan tumbuhnya, tetapi tanaman tomat sebenarnya menginginkan lingkungan yang mempunyai sinar yang cerah sedikitnya 6 jam dalam lamanya penyinarannya serta memiliki temperatur yang sejuk supaya tumbuh secara optimum. Untuk itu diperlukan suhu antara 20 sampai 25 derajat Celcius. Jika suhu melebihi 26 derajat Celcius, di daerah tropis, hujan lebat dan mendung akan menyebabkan dominasi pertumbuhan vegetatif dan juga masalah serangan penyakit pada tanaman tomat. Sedangkan untuk daerah yang kering, suhunya tinggi dan mempunyai kelembaban yang rendah bisa menimbulkan hambatan pembungaan dan pembentukan buah. Pigmen warna merah pada buah tomat hanya bisa berkembang pada suhu antara 15 sampai 30 derajat Celcius. Buah tomat yang berada di atas suhu 30 derajat Celcius maka pigmen kuning sajalah yang bisa terbentuk. Untuk buah tomat yang berada di atas suhu 40 derajat celcius maka tidak akan terbentuk pigmen. Tingkat keasaman (PH)  tanah adalah 5-6,5. Pemakaian mulsa dapat meningkatkan keembaban pada saat di musi kemarau. Sehingga budidaya tomat banyak dilakukan pada daerah dataran tinggi (700 s/d 1.500 dpl). Sedangkan pada suhu yang tinggi (daerah dataran rendah) produksinya rendah dan buahnya juga berwarna pucat.

Tanaman tomat adalah tanaman herba semusim yang tingginya bisa mencapai 1 meter, batangnya bisa menjalar atau tegak dan berambut. Terdapat 2 golongan tipe tomat yaitu tipe determinat dan indeterminat. Kandungan di dalam 100 gram buah tomat adalah 94,1% air, energi 19 kal, protein 1 g, karbohidrat 4,1 g, lemak0,2 g, serat 0,8 g, Ca 18 mg, abu 0,6 g, P 18 mg, Fe 0,8 mg, Na 4 mg, K 266 mg, vitamin A 735 IU, tiamin 0,06 mg, riboflavin 0,04 mg, niasin 0,6 mg, asam askorbat 29 mg.

Cara Menanam Tomat

Perbanyakan tanaman tomat adalah dengan menggunakan bijinya yang mana bijinya tersebut berasal dari buah tomat yang sudah masak di pohonnya. Caranya adalah degan mengeluarkan biji kemudian dilakukan pencucian supaya bersih lalu diangin-anginkan. Biji tomat tersebut disemai terlebih dahlu sebelum dilakukan penanaman. setelah umur 4-6 minggu setelah penyemaian maka dilakukan penanaman di bedengan. Tanaman tomat juga dapat dilakukan stek batang untuk memperbanyaknya. Penyimpanan biji tomat adalah pada kondisi yang kedap udara, suhunya rendah dan juga kering, viabilitasnya bisa bertahan sampai dengan 2-4 tahun. Perkecambahan terjadi setelah sekitar 1 minggu semenjak disebar. Pada tanaman tomat diperlukan pemangkasaan supaya besarnya buah tomat menjad merata. Buah tomat yang dibiarkan saja tergeletak di tanah akan dengan mudah untuk terserang penyakit dan mudah menjadi busuk. Untuk itu disini peran ajir sangat diperlukan untuk menegakkan batang.

Lahan bekas ditanami terung atau lombok, fumigasi sangat perlu, misalnya dengan pemberian dicholopropane-dicholopropene (DD), methyl bromida, chloropicrin, nemagon atau ethylene bromide dua atau 3 minggu sebelum dilakukan penanaman. Lalu tanah dihaluskan dan dibuatkan bedengan, untuk lebar bedegan yaitu antara 120-180 cm,  jarak tanam antar baris tanaman tomat yaitu 60 sampai 80 cm dan jarak tanam dalam barisan antara 50 sampai dengan 60 cm.  Adapun jenis pupuk yang dipakaiadalah NPK (12-23-12) dengan dosis takaran yaitu 1.000 kg/ha atau dengan kata lain 35 dengan 50 gram per tanaman.

Tanaman tomat adalah merupakan verba semusim yang berada di daerah tropis yang dapat ditanam sampai tiga kali dalam setahun, tetapi dengan menanam tomat secara berurutan pada tempat yang sama bisa menimbulkan resiko kegagalan yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan adanya serangan penyakit layu. Pada waktu di musim panas, tanaman tomat membutuhkan pengairan dan mulsa.
Waktu yang dibutuhkan untuk panen yaitu berlangsung selama 3 sampai 4 Minggu dan dapat memproduksi sekitar 2,5 sampai dengan 15 ton per hektar. Dengan pemakaian mulsa, para petani bisa memproduksi atau menghasilkan panen buah tomat yang memuaskan. Buah tomat dipanen sesudah warnanya berubah menjadi merah namun warnanya belum merah penuh. Buah tomat yang dipanen terlalu tua bisa menurunkan kualitas buahnya.

Penyerbukan Tomat

Bunga tomat bisa muncul secara berlawanan atau pada ketiak daun. Mahkotanya mempunyai warna kuning, jumlahnya 6,  bunga jantan juga 6 bersatu dengan kepala Sari yang membentuk tabung sekitar 3 sampai 4 cm dan mengelilingi putik. Panjang tangkai putik tergantung pada jenisnya, ada yang lebih pendek sama atau lebih panjang dari kepala sarinya. Tangkai putik tersebut akan mengalami pertumbuhan memanjang pada waktu kepala sari dalam persiapan untuk membebaskan tepung sarinya.  namun kepala Buddha tetap responsif selama 4 sampai 8 hari sampai Kepala putik reseptif (masak) 1-2 hari sebelum masaknya tepung sarinya, tetapi kepala putik tetap reseptif selama 4-8 hari hingga masih dapat menyerbuk sendiri. Bunga tomat hanya memproduksi nektar sendiri, hal ini menyebabkan serangga penyerbuk menjadi kurang menarik. Lebah yang datang ke tanaman tomat lebih untuk penyebar tepung sari daripada mencari nektar.

Penelitian yang dilakukan di rumah kaca tanpa adanya lebah telah membuktikan bahwa penyerbukan sendiri yang dilakukan oleh tomat tidak mungkin bisa terjadi, namun adanya goyangan pada kepala Sari oleh angin atau binatang serangga, penyerbukani bisa terlaksana atau terjadi. Satu butir tepung sari hanya dapat untuk memproduksi 1 biji, sehingga dengan demikian untuk penyerbukannya diperlukan cukup banyak tepung dari. Jika penyerbukan kurang sempurna, maka akan menyebabkan terjadinya gangguan pada proses pembentukan buah. Untuk para petani yang berada Amerika,  mereka menggunakan alat penggetar atau vibrator untuk meniup dan menyebarkan tepung Sari. Tetapi jika perlakuan fisik misalnya penghembusan tepung sari kurang efektif maka pemanfaatan lebah madu akan sangat bermanfaat atau sangat membantu bagi para petani. Sampai dengan saat ini belum ada rekomendasi secara khusus mengenai perananan dan jumlah koloni dari lebah madu untuk memproduksi buah tomat.

Hama dan Penyakit Tanaman Tomat

Bakteri Pseudomonas solanacearum adalah merupakan bakteri layu yang sampai saat ini merupakan penyakit yang paling berbahaya untuk tanaman tomat. Bakteri layu ini secara umum akan menyerang tanaman tomat pada saat musim hujan. Mengapa demikian, hal ini karena kondisi kelembaban yang tinggi,  suhu yang cukup tinggi,  atau disebabkan oleh drainase yang jelek.

Penyakit yang menyerang tanaman tomat selanjutnya setelah pada bakteri layu adalah yang disebabkan oleh cendawan. Bakteri yang menyebabkan layu cendawan tersebut adalah Fusarium oxysporum selain kedua penyakit tersebut ada juga golongan jamur lainnya seperti Sclerotium rolfsii, penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Alternaria solani dan bercak buah yang disebabkan oleh Botrytis sp. Adapun hama yang menyerang tanaman tomat banyak, antara lain tungau merah, kutu daun Myzuz persicae, penggerek buah Heliotis sp., lalat buah Dacus sp., dan ulat tanah Agrotis ypsilon.

Perbaikan kultivar hingga saat ini dimaksudkan untuk mendapatkan varietas yang tahan terhadap penyakit layu, tahan terhadap cuaca yang panas, dan tahan terhadap hujan. Selain itu juga varietas yang tahan terhadap pecah buah, berumur genjah dan mengandung vitamin C yang tinggi serta tahan terhadap perubahan lingkungan tumbuhnya yang kurang menguntungkan (stres). Varietas tomat yang dianjurkan oleh pemerintah ada beberapa jenis untuk budidaya tomat misalnya Intan memiliki umur 130 hari, dengan produksi mencapai 13 ton per hektarnya,  tahan terhadap bakteri layu,  peka terhadap bercak daun dan bisa ditanam pada dataran rendah maupun pada dataran tinggi. Jenis yang kedua yaitu Ratna, jenis ini memiliki umur 130 hari dengan produksi per hektar nya adalah mencapai 12 ton, tahan terhadap bakteri layu, peka terhadap bercak daun dan bisa dilakukan penanaman pada dataran rendah ataupun pada dataran tinggi. Varietas yang selanjutnya yaitu Berlian, mempunyai umur 130 hari, dengan produksi mencapai 13 ton per hektar, toleran terhadap bakteri layu tetapi peka terhadap bercak daun dan bisa dilakukan penanaman pada dataran rendah maupun penanaman di dataran tinggi.

*) SEMUA ARTIKEL TENTANG BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN ADA DI : Macam-Macam Contoh Budidaya Tanaman Sayuran

Artikel Hortikultura lainya:
1. Budidaya Buncis
2. Budidaya Bawang Putih
Demikianlah artikel tentang budidaya tanaman yang berjudul Budidaya Tomat : Syarat Tumbuh, Cara Menanam, Hama dan Penyakit Tanaman Tomat di Aanwijzing.com yang semoga bermanfaat. Terimakasih.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.