Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Artikel yang terkait dengan judul :Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII) ✓ Syukur Alhamdulillah bahwa udara yang ada disekitar kita gratis, kita bisa bayangkan apabila oleh Allah SWT kita disuruh membayar atas udara yang kita hirup. Makhluk hidup pasti membutuhkan udara sehingga udara merupakan komponen utama dalam kehidupan. Udara dibentuk oleh sejumlah gas, sebagian kecil partikel debu dan juga air. Kandungan pokok dari udara adalah air yang telah berbentuk gas (uap air). Sebagian besar gas, partikel debu, dan juga air bisa ditemukan pada bagian paling bawah pada lapisan atmosfer. Pertanyaan selanjutnya adalah Apa atmosfer itu? Apa manfaat atmosfir untuk kehidupan manusia? Bagaimana cuaca dan juga iklim bisa mempengaruhi terhadap kehidupan manusia?
Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer
Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII)

Daftar Isi

4. Iklim

Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer

Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer

Atmosfer Bumi

Lapisan gas yang beraneka ragam yang menyelimuti bumi disebut ATMOSFER.

Gas Pembentuk Atmosfer

Atmosfer terdiri dari banyak gas, adapun gas yang membentuk atmosfer terdiri dari:
Gas Pembentuk Atmosfer

Lapisan atau Struktur Atmosfer Bumi

Penggolongan atmosfer berdasarkan temperatur dapat dibagi menjadi empat lapisan antara lain troposfer, stratosfer, mesosfer, dan juga termosfer. Semakin ke bawah (mendekati bumi) maka udara semakin padat dan semakin ke atas maka udara aan semakin renggang dan bahkan untuk ruang angkasa hampa/ tidak ada udara.

- Troposfer

Lapisan troposfer adlah merupakan lapisan atmosfer di bagian yang paling bawah. Untuk ketinggian rata-rata lapisan troposfer adalah sekitar 8 Km di kutub sampai 18 Km di katulistiwa. Jumlah lapisan troposfer mempunyai sekitar 80 % masa atmosfer. Terjadinya peritiwa peristiwa cuaca adalah terjadi di lapisan ini, sebagai contoh dari gejala cuaca yaitu angin, halilintar, pelangi, awan, hujan, dan lain sebagainya.

- Strotosfer

Lapisan stratosfer adalah merupakan lapisan yang kedua dari atmosfer, posisinya adalah di atas troposfer. Untuk ketinggian lapisan stratosfer kurang lebih 12 - 50 Km di atas permukaan bumi. Lapisan strosfer sangat berperan dalam kehidupan makhluk hidup karena pada lapisan inilah merupakan lokasi akumulasinya dari gas ozon yang mana gas ozone mempunyai fungsi untuk melindungi permukaan bumi dari pengaruh langsung sinar ultraviolet (UV). Akibat yang terjadi jika sinar UV langsung ke bumi adalah dapat mengganggu kesehatan manusia.

- Mesosfer

Lapisan mesosfer letaknya adalah di atas stratosfer. Untuk ketinggiannya adalah sekitar 50 - 80 Km di atas permukaan bumi. Lapisan mesosfer mempunyai fungsi memantulkan gelombang radio, yaitu gelombang UHF, VHF, AM, FM, dan juga gelombang SW.

- Thermosfer

Letak dari thermosfer adalah di atas mesosfer yang mempunyai ketinggian sekitar 80 Km di atas permukaan bumi. Kata thermos memiliki arti panas, sehingga pada lapisan thermosfer terjadi kenaikan suhu udara secara tajam. Mengapa terjadi kenaikan suhu pada lapisan thermosfer? hal ini terjadi disebabkan adanya radiasi dari sinar X dan Ultra Violet (UV). Pada setiap peralihan lapisan terdapat adanya lapisan antara. Misalnya antara troposfer dengan stratosfer disebut lapisan tropopause, antara stratosfer dengan mesosfer disebut lapisan stratopause, dan lapisan antara mesosfer dengan lapisan thermosfer dinamakan lapisan mesopause.

- Eksosfer
Dilihat dari namanya sudah dapat kita tahu bahwa lapisan ini adalah merupakan lapisan paling  luar dari atmosfer, yang mana efek/ pengaruh dari gaya berat sangat kecil sehingga sangat jarang terjadi benturan-benturan udara. Untuk ketinggian lapisan eksosfer adalah sekitar 500 Km - 1.000 Km. Butiran-butiran gas di lapisan eksosfer secara berangsur-angsur meloloskan diri ke angkasa luar. Lapisan eksosfer disebut juga sebagai dissipasisfer.

Peran Atmosfer

Kegunaan/ fungsi atmosfer memiliki peranan yang sangat penting bagi kita, antara lain:
  1. Terdapat unsur gas Nitrogen, Oksigen, dan juga Karbon dioksida serta yang lainnya yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup. Nitrogen untuk pertumbuhan tanaman. Gas oksigen untuk pernapasan. Karbondioksida berguna untuk fotosintesis. Neon untuk lampu listrik. Ozon dipakai untuk mengurangi radiasi ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi.
  2. Memberikan perlindungan terhadap bumi dari meteor dan benda-benda luar atmosfer yang lainnya.
  3. Memantulkan gelombang radio
  4. Menjaga suhu udara pada permukaan bumi supaya tetap bermanfaat untuk kehidupan. Apabila tidak ada atmosfer maka suhu di bumi mencapai 93 derajat Celcius pada siang hari dan – 149 derajad Celcius pada malam hari.

Cuaca dan Iklim

Cuaca

Cuaca
Pengertian cuaca adalah suatu keadaan udara pada suatu tempat tertentu dan juga pada saat tertentu. Sehingga cakupan wilayahnya adalah sempit dan waktunya juga pendek. Ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi. Adapaun unsur-unsur cuaca adalah sebagai berikut:
  • penyinaran matahari 
  • suhu udara
  • tekanan udara
  • angin
  • kelembaban udara 
  • awan
  • curah hujan.
- Suhu Udara

Suhu udara adalah merupakan derajat panas dinginnya udara. Alat yang digunakan mengukur suhu udara dinamakan termometer. Untuk termometer yang umum dipakai untuk mengukur suhu udara adalah termometer ruangan dan termometer minimum-maximum. Termograf adalah termometer yang bisa mencatat sendiri suhu udara, sedangkan termogram adalah hasil catatan dari termograf.

Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara
  • Lamanya Penyinaran Matahari. Lamanya penyinaran terhadap bumi akan mempengaruhi terhadap suhu permukaan bumi, semakain lama bumi tersinari matahari maka suhu permukaan bumi juga akan semakin tinggi.
  • Sudut Datang Sinar Matahari. Semakin tegak sudut datangnya sinar matahari maka energi panas yang diterima juga akan semakin besar.
  • Letak Lintang Suatu Wilayah. Suatu wilayah semakin dekat dengan equator, maka suhu udaranya juga akan semakin panas.
  • Cerah tidaknya cuaca. Semakin cerah cuacanya maka energi yang sampai ke permukaan bumi juga semakin banyak.
  • Ketinggian Tempat. Suatu wilayah yang semakin mendekati daerah pantai maka suhu udaranya akan menjadi semakin panas, begitu sebaliknya jika semakin mendekati daerah pegunungan, suhu udaranya akan menjadi lebih dingin.
- Tekanan Udara

Tekanan udara adalah merupakan tekanan yang diberikan udara untuk setiap satuan luas bidang datar yang ada di permukaan bumi hingga ke lapisan atmosfer. Alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer, sedangkan satuan dari alat tersebut disebut milibar (mb) dan milimeter air raksa (mm Hg) atau skala atmosfer (atm). Perbandingan ke-3 ukuran tersebut adalah 1 atm =760 mm Hg = 1.013 mb. Barometer yang bisa mencatat tekanan udara sendiri dinamakan barograf, sedangkan untuk hasil catatanya dinamakan barogram. Untuk daerah yang mempunyai tekanan udara yang tinggi disebut daerah bertekanan maksimum (+), sedangkan daerah bertekanan minimum (-) adalah yang memiliki tekanan udara rendah. Pergerakan udara adalah dari wilayah yang mempunyai tekanan maksimum menuju ke wilayah yang memiliki tekanan minimum.
- Angin
Pengertian angin adalah udara yang bergerak yang disebabkan oleh karena adanya perbedaan tekanan udara. Pergerakannya adalah bergerak dari wilayah yang mempunyai tekanan maksimum ke wilayah yang mempunayi tekanan minimum. Alat yang dipakai untuk mengukur kecepatan angin disebut anemometer. Pengertian konveksi adalah gerakan udara secara vertikal, sedngkan untuk gerakan udara secara horizontal dinamakan adveksi. Pengertian turbulensi adalah gerakan udara yang tidak teratur.

Anemometer
Anemometer
 Berikut ini adalah jenis-jenis angin antara lain angin tetap, angin periodik, dan juga angin lokal.

A) Angin tetap. Pada angin tetap dapat bedakan menjadi :1) Angin barat. Adalah merupakan angin yang bertiup/ bergerak dari daerah sub-tropik menuju ke kutub hingga pada lintang 60 derajat, baik itu lintang utara ataupun lintang selatan. 2). Angin timur. Adalah merupakan angin yang berasal dari daerah timur dan terdapat pada batas kutub dan memiliki sifat yang dingin dikarenakan akngin tersebut berasal dari daerah kutub. 3). Angin pasat. Adalah merupakan angin yang bertiup secara terus menerus dari daerah maksimum sub-tropik selatan dan utara menuju ke daerah khatulistiwa. Sesampainya pada khatulistiwa, maka angin pasat akan berbelok sesuai dengan Hukum Buys Ballot. Terdapat 2 macam angin pasat, antara lain angin pasat tenggara dan angin pasat timur laut. 4). Angin anti pasat. Adalah merupakan angin yang mempunyai arah yang berlawanan dengan arah angin pasat. Pada belahan bumi bagian selatan bertiup angin dari barat laut ke
tenggara. Sedangkan pada belahan bumi bagian utara bertiup angin dari barat daya ke arah timur laut.
B) Angin periodik. 1) Angin muson. Adalah merupakan angin yang setiap setengah tahun mengalami pergantian arah bertiupnya. Terdapat dua macam angin muson yaitu angin muson laut (angin yang terjadi pada musim panas) dan angin muson darat adalah (angin yang terjadi pada musim dingin). Untuk wilayah Indonesia, angin muson barat adalah angin yang membawa hujan, sedangkan untuk angin muson tenggara pada umumnya tidak membawa hujan. 2). Angin darat dan angin laut. Pengertian angin darat adalah angin yang bergerak dari arah darat ke arah laut yang terjadi pada malam hari karena pada malam hari suhu daratan lebih rendah (tekanan udara tinggi) dari pada lautan ( tekanan udara rendah) maka akibatnya angin akan bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi yaitu darat menuju ke daerah yang bertekanan rendah yaitu laut. Sedangkan untuk pengertian angin laut adalah angin yang berhembus pada siang hari dari laut ke darat. Untuk penjelasannya adalah kebalikan dari angin darat. Kedua macam angin ini disebut juga sebagai angin muson harian. 3). Angin gunung dan angin lembah. Pengertian angin gunung adalah angin yang bergerak dari lereng gunung menuju ke lembah yang terjadinya di waktu malam hari, sedangkan untuk angin lembah adalah merupakan angin yang bertiup dari arah lembah menuju ke arag gunung yang terjadi di waktu siang hari.

C) Angin lokal. Terdiri atas : 1) Angin siklon dan angin antisiklon. Definisi dari angin siklon adalah merupakan angin di daerah depresi yang mempunyai barometris minimum dan dikelilingi oleh barometris maksimum. Sedangkan untuk angin antisiklon adalah merupakan angin di daerah kompresi yang mempunyai barometris maksimum dan dikelilingi barometris minimum. Contoh angin siklon, yaitu taifun di Asia Timur dan angin tornado di USA. 2) Angin fohn. Definisi dari angin fohn adalah angin yang memiliki sifat yang panas dan juga kering yang turun dari daerah pegunungan. Sebagai contoh adalah angin Bohorok di daerah Deli, angin Gending di daerah Pasuruhan, angin Brubu di daerah Makassar, dan juga angin Wambrau di daerah Biak.

Kelembaban Udara dan Curah Hujan

Kelembaban udara

Pengertian kelembaban udara adalah merupakan banyaknya dari kandungan uap air yang ada di dalam udara. Alat yang digunakan untuk mengukur kandungan uap air yang ada di udara disebut higrometer atau psychrometer.  Terdapat 2 macam kelembaban udara yaitu kelembaban relatif dan yang kedua adalah kelembaban mutlak. Perbandingan dari jumlah uap air yang terdapat/ terkandung di udara dan jumlah air maksimum di udara pada suhu dan tekanan udara yang sama disebut sebagai kelembaban relatif. Prosentase adalah merupakan satuan yang dapat dipakai untuk kelembaban relatif. Sedangkan kelembaban mutlak adalah merupakan jumlah uap air per satuan volume udara yang dapat dinyatakan dalam gr/m3 udara.

Awan

Awan
Awan
Terjadinya awan karena disebabkan oleh adanya proses kondensasi dari uap air. Sehingga awan adalah titik-titik air yang melayang-layang pada lapisan atmosfer. Kabut adalah awan yang mencapai permukaan bumi. Adapun jenis-jenis awan antara alin meliputi:
A) Penggolongan awan berdasarkan bentuknya.
  • Awan cair, adalah awan yang pembentukannya berasal dari bahan cair (air).
  • Awan es (salju), adalah awan yang pembentukannya berasal dari bahan es atau salju.
  • Awan campuran, adalah awan yang pembentukannya berasal dari bahan air dan es (salju).
B) Penggolongan awan berdasarkan ketinggiannya
  • Awan tinggi, yaitu dengan ketinggian > 7.000 meter.
  • Awan sedang, yaitu dengan ketinggian 2.000-7.000 meter.
  • Awan rendah, yaitu dengan ketinggian < 2.000 meter.
3) Penggolongan awan berdasarkan morfologinya.
  • Awan sirus, adalah awan yang memiliki warna putih, tipis, dan pada siang hari akan terlihat mengkilat, hal ini disebabkan oleh karena banyaknya kandungan kristal es.
  • Awan stratus, adalah awan yang berlapis-lapis menyerupai kabut tipis.
  • Awan kumulus, adalah awan yang berkembang secara vertikal, mempunyai bentuk kubah-kubah yang mirip atau menyerupai bunga kol yang berbentuk melengkung bulat dan memiliki warna putih mengkilat apabila terkena sinar matahari.
  • Awan nimbus, adalah awan yang memiliki warna yang gelap, terlihat basah dan biasanya menimbulkan hujan.

Hujan

Hujan
Hujan
Pegertian hujan adalah suatu peristiwa jatuhnya titik-titik air dari lapisan atmosfer ke permukaan bumi yang mana terjadinnya secara alami. Proses terjadinya hujan adalah di oleh adanya penguapan lalau mengalami kondensasi dan terbentuklah awan. Dari awan tersebut karena adanya pengaruh angin atau konveksi maka akan terjadi hujan. Ombrometer atau raingauge adalah alat yang digunakan untuk mengukur besarnya curah hujan. Berikut adalah penggolongan hujan:
A) Hujan berdasarkan bentuknya
  • Hujan air (rain)
  • Hujan salju (snow)
  • Hujan es (hail stone)
B) Hujan berdasarkan proses terjadinya.
  • Hujan orografis, adalah hujan yang terjadi di daerah pegunungan.
  • Hujan konveksi, adalah hujan yang terjadi oleh adanya pengaruh arus konveksi.
  • Hujan frontal, adalah hujan yang terjadi di daerah subtropis dan disebabkan adanya pertemuan antara massa udara yang panas dengan massa udara dingin.
  • Hujan konvergen, adalah hujan yang terjadi oleh adanya pengumpulan awan yang disebabkan oleh angin.

Iklim

Pengertia iklim adalah keadaan cuaca rata-rata, meliputi wilayah yang luas dan dalam jangka waktu yang lama (30 tahun). Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang iklim. Adapun unsur-unsur dari iklim adalah meliputi letak garis lintang, kelembaban udara, curah hujan, pengaruh arus laut, letak tinggi tempat, suhu udara, pengaruh topografi dan juga vegetasi.

Iklim Matahari

Pengertian dari iklim matahari adalah iklim yang berdasarkan pada letak garis lintang. suatu wilayah di permukaan bumi. Penggolongan dari ilkim matahari adalah sebagai berikut:
  • Iklim tropis, yaitu memiliki letak antara 23,5º LU – 23,5º LS dimana tanda-tanda dari iklim tropis adalah suhu udara selalu tinggi dan untuk curah hujan juga tinggi.
  • Iklim sub tropis, yaitu memiliki letak antara 23,5º – 40º baik pada belahan bumi selatan maupun pada belahan bumi utara. Adapun ciri-cirinya adalah tekanan udara yang selalu tinggi dan juga kering. Oleh karenanya pada wilayah sub tropis akan banyak dijumpai adanya gurun pasir dan savana.
  • Iklim sedang, yaitu memiliki letak antara 40º – 66,5º baik pada belahan bumi bagian selatan mapun belahan bumi bagian utara. Untuk ciri-cirinya adalah wilayahnya memiliki empat musim, antara lain musim panas, gugur, dingin, dan semi
  • Iklim dingin atau kutub, yaitu memiliki letak antara 66,5º – 90º, baik pada belahan bumi bagian selatan maupun pada belahan bumi bagian utara. Adapun tanda-tanda wilayah yang menglami musim dingin yaitu suhu udaranya sangat dingin.

Iklim Yunghuhn

Yunghuhn menggolongkan iklim yang berdasarkan pada ketinggian tempat dan berdasarkan pada tanaman budidaya yang bisa tumbuh pada daerah tersebut.

Hidrosfer

Kata hidrosfer berasal dari kata hydro yang berarti air dan shaire yang memiliki makna lapisan. Sehingga dengan demikian pengertian hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti bumi, baik yang memiliki bentuk cair, salju, ataupun berbentuk es. Ilmu yang mengkaji atau mempelajari perairan disebut hidrologi. Adapun cabang hidrologi antara lain:
  • Potamologi. Adalah ilmu yang mempelajari mengenai ntang air yang mengalir pada permukaan tanah.
  • Limnologi. Adalah ilmu yang mempelajari mengenai air yang menggenang pada permukaan tanah (danau).
  • Geohidrologi. Adalah merupakan ilmu yang mengkaji mengenai air yang terdapat di bawah tanah.
  • Kriologi. Adalah ilmu yang mempelajari mengenai salju dan juga es.
  • Hidrometeorologi. Adalah ilmu yang mempelajari mengenai faktor-faktor meteorologi yang berpengaruh terhadap kondisi hidrologi.

Perairan Darat

Adapun yang termasuk dalam perairan darat meliputi air tanah, air sungai, air danau dan air rawa.

a). Air Tanah
Pengertian air tanah adalah merupakan air yang berada atau tersimpan di dalam tanah. Asal mula air tanah adalah air hujan yang jatuh pada permukaan bumi, lalu terjadi persesapan air dan masuk ke dalam tanah (infiltrasi). Lapisan permiabel adalah lapisan batuan yang bisa dilewati oleh air tanah dengan mudah. Sebagai contoh dari lapisan permeabel adalah lapisan batuan yang asal mulanya terbentuk dari pasir/ kerikil. Sedangkan pengertian lapisan impermiabel adalah kebalikan dari lapisan permeabel yaitu lapisan batuan yang susa untuk bisa di lewati oleh air tanah.

Jenis air tanah berdasarkan letaknya air tanah:
1) Air tanah dangkal (tanah bebas). Yaitu air tanah yang letaknya di antara muka bumi sampai denga lapisan kedap air (impermiabel). Asal dari air tanah dangkal adalah berasall dari air hujan dan jika tidak terjadi hujan adalah tidak ada peresapan air hujan ke dalam tanah. Kira-kira apa yang terjadi teman? Akibatnya yang ditimbulkan adalah air tanah akan berkurang sedikit demi sedikit , hal ini karena adanya proses penguapan, diambil oleh manusia lewat sumur-sumur dan juga akan mengalir ke tempat yang lain atau keluar sebagai mata air. Sehingga dengan demikian, permukaan air sumur lebih dangkal pada waktu musim penghujan, apabila dibandingkan dengan musim kemarau.

2) Air tanah dalam
Letak dari air tanah dalam adalah di antara dua lapisan impermeabel. Jika seseorang membuat sumur dan airnya yang keluar adalah berasal dari air tanah dalam, maka sumur tersebut disebut sebagai sumur artesis. Lereng gunung yang tinggi adalah merupakan tempat resapan air tanah dalam. Sumur artesis tidak terpengaruh pada musim baik musim penghujan maupun musim kemarau tetap ada airnya.

Pemanfatan Air Tanah

Penggunaan air tanah banyak dipakai di bidang pertanian dan peternakan. Untuk beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, masyarakat telah mampu memanfaatkan air tanah dengan cara menyedot air tanah dengan memompompa yang dikenal dengan sebutan sumur pantek. Pemanfaatannya adalah untuk irigasi terhadap sawah-sawah masyarakat yang mengalami kekeringan pada waktu musim kemarau. Selain itu sebagaian besar perusahaan daerah air minum (PDAM) memanfaatakan air tanah untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada konsumennya (masyarakat).

b). Sungai
Pengertian sungai adalah saluran alami yang mempunyai fungsi untuk mengalirkan air hujan, air tanah, ataupun air salju yang mencair menuju ke danau/ ke laut. Sedangka ilmu yang mempelajari mengenai sungai dinamakan potamologi.

Jenis-jenis sungai berdasarkan asal airnya dapat dibedakan menjadi 4 macam, antara lain:
  • Sungai mata air, adalah merupakan sungai asal airnya berasal dari mata air. Karena sumbernya adalah mata air maka aliran airnya tidak banyak berubah baik pada musim kemarau atau pada musim penghujan.
  • Sungai hujan, adalah merupakan sungai yang asal airnya berasal dari curah air hujan. Karakter dari sungai ini adalah pada musim penghujan akan meluap airnya bahkan bisa menimbulkan bahaya banjir, namun pada waktu musim kemarau airnya kering.
  • Sungai gletser , adalah sungai yang asal airnya berasal dari glester yang mencair. Sifat dari aliran airnya adalah stabil, tidak banyak perubahan debit airnya.
  • Sungai campuran, adalah merupakan sungai yang asa airnya berasal dari berbagai sumber mata air, hujan dan juga dari gletsyer. Sifat dari sungai campuran adalah tidak pernah kekering.
Jenis-jenis sungai berdasarkan volume airnya dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain:
  • Sungai ephimeral. Adalah sungai yang akan mengalir pada waktu terjadinya hujan dan juga beberapa saat setelah terjadinya hujan.
  • Sungai intermiten. Adalah sungai yang mengalirkan airnya pada waktu musim penghujan, sedangkan untuk musim kemarau kering.
  • Sungai pherenial. Adalah sungai yang aliran airnya mengalir sepanjang tahun. Pada jenis pherenial dapat dibedakan menjadi a) Sungai periodik adalah sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak, sedangkan di waktu musim kemarau airnya sedikit. b) Sungai permanen adalah sungai yang di waktu musim penghujan dan juga pada musim kemarau debit airnyatidak jauh berbeda/ hampir sama.
Jenis-jenis sungai berdasarkan arah aliran airnya dapat dibedakan menjadi :
  • Sungai konsekuen adalah sungai yang arah dari aliran airnya sesuai dengan kemiringan struktur geologisnya.
  • Sungai subsekuen merupakan sungai yang arah aliran airnya adalah tegak lurus dengan sungai konsekuen.
  • Sungai obsekuen merupakan sungai yang arah aliran airnya adalah berlawanan dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
  • Sungai resekuen merupakan sungai yang aliran airnya sesuai dengan sungai konsekuen dan menuju sungai subsekuen.
  • Sungai insekuen, adalah merupakan sungai yang arah aliran airnya tidak teratur.
Jenis-jenis sungai berdasarkan struktur geologinya dapat dibedakan menjadi :
  • Sungai antiseden adalah sungai yang dapat mempertahankan aliran airnya, walaupun terjadi pengangkatan secara perlahan.
  • Sungai reverse adalah sungai yang tidak mampu mengimbangi pengangkatan, dengan demikian terjadi perubahan arah alirannya.
  • Sungai superposed adalah sungai yang mengalir pada suatu daratan paneplain sehingga struktur dari batuan di dataran tersebut tersingkap.
Fungsi Sungai antara lain
  • Sebagai penyuplai air untuk rumah tangga/ industri.
  • Sebagai tempat untuk membudidayakan perikanan air tawar.
  • Berfungsi untuk kepentingan transportasi.
  • Berfungsi untuk irigasi lahan pertanian.
  • Berfungsi untuk pembangkit listrik.
  • Sebagai tempat pengambilan bahan bangunan misalnya pasir dan batu.
  • Berfungsi untuk objek wisata
  • Berfungsi untuk sarana olahraga air.
Cara yang dapat diakukan untuk melestariakan sungai antara lain dengan cara:
  • Tidak membuang sampah dan limbah ke sungai
  • Tidak membangun bangunan pada tepian sungai (bantaran sungai)
  • Melakukan penghijauan pada bantaran sungai/tebing sungai
  • Tidak memakai racun dalam mencari ikan di sungai
c). Rawa dan Danau


Rawa adalah merupakan genangan air, yang biasanya berada pada daerah pantai yang landai dan pada muara sungai-sungai yang besar. Sedangkan danau adalah merupakan cekungan pada daratan yang terisi oleh air. Danau dapat dibedakan menjadi 2 menurut cara terbentuknya yaitu danau alami dan danau buatan (disebut juga waduk).
Selain untuk penampungan luapan air hujan sehingga tidk terjadi banjir, berikut adalah manfaat lain dari danau yaitu:
  • untuk irigasi
  • sebagai pembangkit tenaga listrik
  • untuk suplai air minum penduduk perkotaan
  • tempat budidaya perikanan
  • untuk pariwisata.
Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan danau antara lain adalah dengan tidak membuang sampah dan limbah pada danau serta melakukan reboisasi

Perairan Laut

Laut adalah merupakan bagian permukaan bumi yang cekung dan juga tertutup oleh adanya air yang memiliki kadar garam yang tinggi. Oseanografi adalah ilmu yang mempelajari tentang laut.

Penggolongan laut berdasarkan proses terjadinya dapat dibedakan menjadi:
  • Laut trangresi, adalah laut yang terjadi oleh karena adanya penggenangan air laut kepada daratan pada masa berakhirnya jaman es.
  • Laut regresi, adalah merupakan laut yang menyempit, yang terjadi pada masa es yang disebabkan oleh penurunan pada permukaan air laut sebagai akibat adanya penurunan suhu. 
  • Laut ingresi, adalah laut yang terjadi oleh karena adanya dasar laut yang mengalami gerakan menurun.
Penggolongan laut berdasarkan letaknya dapat dibedakan menjadi:
  • Laut Tepi. Adalah merupakan laut yang mempunyai letak di tepi benua yang seolah akan terpisah oleh daratan pulau.
  • Laut Pertengahan. adalah merupakan laut yang mempunyai letak di antara benua. Sebagai contoh adalah  Laut Tengah.
  • Laut Pedalaman. Adalah merupakan laut yang memiliki letak di tengah-tengah benua yang dikelilingi oleh daratan. Sebagai contoh adalah Laut Hitam, dan Laut Mati.
Penggolongan laut berdasarkan kedalamannya dapat dibedakan menjadi:
  • Zona Litoral. Adalah merupakan zona pesisir laut yang terletak di antara garis pasang dan garis surut yang mempunyai kedalaman adalah 0 m (nol meter).
  • Zona Neritik. Adalah merupakan laut yang memiliki letak pada kedalaman 0 Meter -isobath 200 Meter..
  • Zona Bathyal. Adalah merupakan laut yang memiliki letak pada kedalaman atau isobath 200 Meter - 2.000 Meter.
  • Zona Abysal. Adalah merupakan laut yang memiliki letak pada kedalaman atau isobath lebih dari 2.000 Meter sampai 6.000 Meter.
Gerakan air laut bisa berupa pasang surut, gelombang dan arus.

- Pasang surut (pasut)
untuk setiap harinya, permukaan air laut akan mengalami suatu perubahan yang dinamakan pasang surut air laut. Mengapa terjadi pasang susut air laut? hal ini berkaitan dengan faktor yang mempengaruhinya yaitu posisi buan dan posisi matahari. Di waktu posisi dari bulan dan atahari sejjar maka berakibat terjadi pasang yang maksimum sedangkan pasang minimum terjadi pada waktu pasang perbani.
- Gelombang
Gelombang adalah gerakan dari air laut yang naik turun (secara vertikal). Pada dasarnya air laut yang mengelami pergerakan tidak terjadi perpindahan tempat secara horizontal, namun gerakannya akan menjalar ke tempat yang lainnya seperti tali yang kita digerakan naik dan turun.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya gelombang laut antara lain :
  • Karena adanya aktivitas vulkanik
  • Karena adanya aktivitas angin
- Arus Laut
Arus laut adalah merupakan pergerakan massa dari air laut secara teratur dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. Adapun pergerakan dari air adalah sebagian besar bergerak dengan arah horisontal dan sebagian kecil yang lainnya mempunyai gerakan yang vertikal (upwelling).

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya arus laut antara lain :
  • Karena adanya faktor angin
  • Karena adanya perbedaan kadar garam
  • Karena adanya perbedaan suhu
Baca juga : Kondisi Geografis dan Penduduk Di Indonesia dan Pengertian Peta, Atlas, dan Globe.
*) Semua Materi IPS SMP dapat dilihat di : Rangkuman Materi Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII

Demikianlah artikel IPS mengenai Gejala-Gejala di Atmosfer dan Hidrosfer (Pelajaran IPS SMP/ MTs Kelas VII) pada Aanwijzing.com. Terimakasih atas kunjungannya.


Artikel www. Aanwijzing.com : Ayo membaca...!!! Lainnya :

Copyright © 2016 Aanwijzing.com | Google.com | Google.co.id | Design by Bamz | Powered by Blogger.